Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI PERFORMANSI SISTEM PENGASAPAN PISANG SALE DENGAN MENGGUNAIIAN BAHAN BARAR
Pengarang
Kawaked Zuhra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0151610037
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Buah pisang mentah hingga matang dapat diolah menjadi bentuk lain yang memungkinkan aka mempertinggi nilai tambah itu sendiri . Hal ini di sebabkan di samping rasa tetap enak, juga tahan lama (daya awet makin tinggi). Di samping untuk mengatasi hal tersebut perlu pemikinn dan pengkajian untuk memanfaatkan pisang menjadi makanan yang awet dengan pengasapan (penyalean) pisang, yang dikenal masyaratat dengan sebutan pisang..sale. Penguapan dan proses pengeringan pada umumnyu, melibatkan penambahan kalor kepada bahan pangan dan menghilangkan lembab dalam bentuk uap air. Sebagaimana akan ditunjukkan nanti, terdapat berbagai proses untuk menghasilkan produk kering atau produk pekat. Hal ini dilakukan karena rumitnya perubahan yang teriadi dalam bahan pangan selama pengolahan. Pisang mengandung tiga jenis gula alami yaitu sukrosa, frutosa dan glukosa serta serat yang mengandung peran utama dalam menambah energi. Jika dibandingkan dengan buah apel yang dianggap oleh masyarakat sebagai buah yang paling berkhasiat dan bergizi tinggi, ternyata pisang memiliki protein empat kali lebih banyak. kalbohidrat dua kali lebih tinggi, kadar fosfor empat kali lebih banyak, kadar vitamin A dan zat besi lima kali lebih tinggi serta kadar vitamin dan mineral lalnnya dun kali lebih banyak. Selain itu pisang pun diperkirahan mampu memperbalki keadaan fisik, pikiran, serta emosi seseorang. Peralatan pengasapan memiliki tiga ruang utama, yaitu ruang pembakaran, ruang pengasapan, dan saluran udara pemanas. Udara yang panas dihasilkan dari ruang pembakaran akan masuk ke dalan ruang pengasapan melalui saluran udara Panas yang berfungsi untuk menyeragamkan temperatur agar tetap konstan tiap rak sehingga tidak diperlukan lagi pembalikan pisang seperti yang dilakukan pada proses pengasapan secara tradisional. Udara panas tersebut menguapkan kadar air dari bahan yang
terdapat di ruang pengasapan, kemudian udara lenbab hasil dari penguapan kadar air bahan akan keluar melalui cerobong dan dibebaskan ke udara. Pada penelitian ini telah diperoleh data laju penurunan kadar air dengan temperatur rata-rata 70-80°C sebelum pengasapan diperoleh kadar air awal dengan menggunakan bahan bakar gas elpiji
adalah sebesar 91,916 gr dan pada bahan bakar yang menggunakan minyak tanah adalah sebesar 96,816 gr dan terakhir tiada bahan bakar yang menggunakan serbuk gergaji adalah sebesar 96,961 gr. Dari data hasil pengasapan yang dilakukan pada pengukuran kadar air setiap 2 jam sekali, maka,didapatkan laju penurunan kadar air untuk setiap 2 jam adalah 12% untuk bahan hakar gas elpiji, 1. 3% untuk bahan bakar minyak tanah dan 9%, untuk bahan bakar serbuk gengaji.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGAN MENGGUNAKAN GAS ELPIJIRNANALISIS PROSES PENGOLAHAN PISANG SALE DENGANRN MENGGUNAKAN GAS ELPIJI (Ridha Fahlevi, 2014)
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI KEMATANGAN DAN PENGASAPAN PISANG SALE BERBASIS LOGIKA FUZZY (Rahmad, 2024)
PENGARUH FRAKSL DLSTILASI ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP MUTU PENGAWETAN PISANG SALE (Mutiawati, 2024)
KAJI KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS/MASSA DI SALURAN UDARA PEMANAS PADA PERALATAN PENGASAPAN PISANG (Lutfi Aulia, 2023)
UJI EFEKTIVITAS PENGERINGAN DAN PENGASAPAN PISANG SALE DENGAN PERALATAN PENGERING BERTINGKAT 14 (FADHLI FARHAN TANJUNG, 2025)