<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129273">
 <titleInfo>
  <title>STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI KOTA TERPADU MANDIRI DALAM MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN KAWASAN PEDESAAN</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kawasan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tengah dibangun pertama kali pada tahun 2005-2014 dan hingga saat ini belum ada keberlanjutan terkait pengembangan pembangunan kawasan tersebut. Untuk memenuhi tujuan dan sasaran dari Kota Terpadu Mandiri maka dalam penelitian ini akan menganalisa potensi dan permasalahan Desa Serule sebagai Kawasan Pengembangan Kota Terpadu Mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, menggunakan data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data Library Research, wawancara dan observasi yang disesuaikan dengan beberapa target dari Kota Terpadu Mandiri berdasarkan aspek lingkungan, fisik dan ekonomi. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Owaq sebagai pusat Kawasan Transmigrasi Kota Terpadu Mandiri II Ketapang Nusantara kurang berpotensi untuk dikembangkan. Keberadaan kawasan industri, sumber daya alam yang melimpah, letak dan kondisi Desa Serule yang strategis justru lebih memungkinkan jika dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan baru sebagai pusat Kota Terpadu Mandiri II Ketapang Nusantara. Namun, permasalahannya adalah peran Desa Serule terbatas hanya sebagai tempat kegiatan usaha, padahal desa ini memiliki potensi yang memungkinkan untuk menjadi pusat pengembangan kawasan. Ketidaksesuaian pola pengembangan yang diterapkan telah membatasi Desa Serule dalam mengeluarkan potensinya. Mengganti pola pengembangan dari peternakan menjadi industri budidaya pinus dapat menjadi solusi untuk memaksimalkan potensi Desa Serule sebagai pusat pertumbuhan baru. Permasalahan lainnya yaitu keterbatasan fasilitas pelayanan usaha dan unit pemukiman transmigran serta tantangan pembangunan kawasan yang rentan terhadap bencana alam di Desa Serule. Strategi yang digunakan untuk masalah tersebut yaitu penyediaan unit perumahan dan fasilitas pelayanan yang sesuai dengan karakteristik kondisi eksisting di Desa Serule, melakukan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas produksi lokal dan untuk memudahkan pembangunan pengembangan kawasan strategi yang digunakan adalah membuat kebijakan dan regulasi untuk memastikan penggunaan lahan di Desa Serule sesuai dengan peruntukkannya sehingga menciptakan ruang yang harmonis dan meminimalisir ancaman risiko bencana alam pengembangan kawasan.&#13;
Kata Kunci: Kota Terpadu Mandiri, Kawasan Transmigrasi, dan Strategi Pengembangan Kawasan Pedesaan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129273</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 16:41:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 17:22:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>