<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129267">
 <titleInfo>
  <title>KETAHANAN BETON MUTU TINGGI BERSERAT ALAMI MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP SUHU TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eva Ayudya Maharani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Beton mutu tinggi dengan struktur mikro yang padat rentan terhadap spalling dan mengalami kehilangan massa serta perubahan warna ketika terpapar suhu tinggi. Salah satu tantangan penting adalah mengurangi kerusakan beton melalui penambahan serat alami. Masalah lain yang dihadapi adalah tingginya penggunaan semen pada beton mutu tinggi, yang dapat diatasi dengan penggunaan bahan pengganti semen yang lebih ramah lingkungan seperti tanah diatomae. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan beton mutu tinggi berbentuk kubus 5 cm yang mengandung serat alami (rami, abaka, nanas) dengan variasi 0%, 0,15%, 0,30%, dan 0,45% dari volume beton, serta substitusi tanah diatomae sebesar 0% dan 10% dari berat semen, terhadap paparan suhu tinggi dan. Beton diuji pada suhu 400°C, 500°C, dan 600°C selama 5 jam dan diuji perubahan visual, kehilangan massa, serta penurunan kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan serat rami memiliki retakan paling sedikit, sedangkan variasi serat abaka mengalami kerusakan paling. Kehilangan massa terbesar sebesar 5,98% terjadi pada beton dengan 10% tanah diatomae dan 0,45% serat abaka, sedangkan penurunan massa terkecil sebesar 4,35% terjadi pada beton dengan 10% tanah diatomae tanpa serat. Degradasi kuat tekan terkecil terjadi pada variasi 0,15% serat nanas dengan  10% tanah diatomae, yaitu sebesar 9,99%. Pola dan jumlah retakan yang ditimbulkan dari variasi serat nanas lebih baik di antara serat lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129267</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 16:36:34</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 13:45:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>