<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129256">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH BUDAYA KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK GEDUNG BERLANTAI TIGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fatma Elita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang berisiko kecelakaan kerja yang tinggi dan sering kali dihadapkan pada masalah keselamatan kerja. Data dari International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa setiap tahun di seluruh dunia hampir 2.000.000 tenaga kerja mengalami kecelakaan kerja hingga meninggal dunia karena masalah akibat kecelakaan kerjaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja pada proyek gedung berlantai tiga, dengan fokus pada dua proyek di Kota Banda Aceh: Pembangunan Gedung Ruang Kuliah Terpadu UIN Ar-Raniry dan Pembangunan Gedung Pengadilan Tinggi Tahap III. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 103 pekerja. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa budaya keselamatan kerja, yang terdiri dari komitmen top management (X1), peraturan dan prosedur(X2), komunikasi pekerja(X3), kompetensi pekerja(X4), lingkungan kerja(X5), dan keterlibatan pekerja dalam K3(X6), memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pekerja, dengan koefisien determinasi sebesar 34,9%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan budaya keselamatan kerja dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja pekerja di sektor konstruksi. Selain itu, variasi dalam kinerja pekerja dapat dijelaskan oleh budaya keselamatan kerja, sementara sisa dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini,. Oleh karena itu, penting bagi manajemen proyek untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja guna mencapai keberhasilan proyek dan kesejahteraan pekerja. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi perusahaan untuk meningkatkan keterlibatan pekerja dalam program keselamatan kerja dan memperkuat komunikasi serta prosedur keselamatan yang ada. Dengan demikian, penerapan budaya keselamatan kerja yang baik diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.&#13;
&#13;
Kata kunci : budaya keselamatan kerja, proyek konstruksi, kinerja pekerja&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129256</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 16:23:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-01 23:45:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>