<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129253">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KINERJA GREEN SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>PT PUPUK ISKANDAR MUDA</subTitle>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Industri Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Isu keberlanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan telah menjadi perhatian utama bagi industri dan pemerintah di seluruh dunia. para pemimpin global, termasuk Indonesia, menyetujui rencana aksi global yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dengan salah satu tujuannya adalah melindungi lingkungan. Hal ini menghadapkan setiap industri manufaktur pada tantangan besar untuk beradaptasi dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Salah satunya adalah penerapan Green Supply Chain Management (GSCM) dalam serangkaian proses produksi suatu Perusahaan. PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) merupakan salah satu industri petrokimia penghasil ammonia dan urea. Maka telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja GSCM Perusahaan melalui identifikasi dampak lingkungan potensial yang dihasilkan dari proses produksi. Metode yang digunakan dalam dalam kajian dampak daur hidup (Life Cycle Assessment/LCA) adalah CML-IA baseline dengan 5 (lima) parameter dampak yang paling relevan, yaitu toksisitas terhadap manusia, potensi terjadi penurunan abiotik (fossil), Global Warming Potential (GWP) , ekotoksisitas air tawar, dan potensi hujan asam. Batasan sistem yang digunakan adalah cradle to grave dengan memperhitungkan bahan dasar/mentah, proses produksi, transportasi dan pengelolaan limbah. Analisis mengungkapkan bahwa proses produksi menyumbang sekitar 90 persen dari total dampak lingkungan. Selain itu, dampak dari pabrik amoniak 20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan proses produksi urea. Hasil perhitungan melalui program OpenLCA juga menunjukkan bahwa environmental hotspots dalam siklus hidup pupuk urea disebabkan oleh konsumsi gas alam dan katalis.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Green Supply Chain, Kajian</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129253</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 16:13:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 16:59:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>