<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129239">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFISIENSI ENERGI JARINGAN 6G SUB TERRA HERTZ PADA SMALL CELL DI WILAYAH URBAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU FADIL ALIF SETIAWAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak- Saat ini perubahan besar sedang terjadi pada teknologi internet secara umum. Pengguna internet menggunakan banyak perangkat dan mengonsumsi data internet dengan kecepatan tinggi. Banyak perusahaan nirkabel bersaing dengan penyedia internet broadband, berharap dapat memenuhi permintaan yang meningkat dengan jaringan seluler yang kuat dan fleksibel. Hal ini menjadi alasan mulai dilakukan penelitian untuk jaringan 6G terutama teknologi sub terra hertz diprediksi dapat memberikan kecepatan jaringan yang jauh lebih cepat, latensi yang lebih rendah, dan mampu mendukung perangkat dan sistem seluler yang canggih. Dalam implementasi 6G ke depan dibutuhkan persiapan yang baik terkait infrastruktur yang akan digunakan seperti Kebutuhan bandwidth yang terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi 6G dapat diatasi dengan penempatan small cell di daerah dengan traffic data rate tinggi. Namun, penerapan small cell yang saling berdekatan menyebabkan terjadinya jumlah micro BTS sangat banyak sehingga meningkatnya daya yang di konsumsi sehingga diperlukan analisis efisiensi energi untuk mengetahui seberapa efisien energi yang digunakan.&#13;
Maka pada penelitian ini dirancang model topologi jaringan small cell 6G dengan teknologi sub terra hertz. Topologi yang digunakan pada jaringan ini yaitu teknologi small cell dengan radius 200-meter dengan jumlah UE Equipment sebanyak 5 UE dengan masing-masing jarak sejauh 20, 40, 60, 80 dan 100 meter. Selanjutnya akan dilakukan analisis nilai efisiensi energi yang dihasilkan pada jaringan small cell 6G dengan teknologi sub terra hertz melalui perbandingan antara total data rate yang telah dikalikan dengan luas sel dan banyaknya UE terhadap Daya yang dibutuhkan dalam Telekomunikasi small sel. Sehingga berdasarkan hasil dari simulasi penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa besarnya nilai konsumsi daya dipengaruhi oleh jumlah antena yang digunakan pada BTS dikarenakan semakin banyak antena yang digunakan maka semakin besar konsumsi dayanya. Konsumsi daya pada penelitian ini yaitu sebesar 3.0821x103 W dan Nilai Efisiensi Energi pada tiap – tiap UE dipengaruhi oleh nilai Bitrate yang diperoleh pada tiap-tiap UE dan semakin banyak jumlah UE maka semakin besar nilai efisiensi energinya.&#13;
&#13;
Kata kunci: 6G, small cell, efisiensi energi, sub terra hertz.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129239</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 15:36:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 12:01:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>