<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129237">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS PROVENANCE BATUPASIR FORMASI JULURAYEU (QTJR) DI KECAMATAN MUARA SATU DAN SEKITARNYA, KOTA LHOKSEUMAWE, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yusuf Apriansyah Singgasana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	 Geologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kegiatan pemetaan geologi dan analisis provenance batupasir dilakukan di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh dengan luas daerah ±25 km². Tepatnya terletak pada koordinat 5º10’17’’-5º13’00’’Lintang Utara dan 97º1’36’’-97º4’19’’Bujur timur. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Lhokseumawe (Keats, W. Dkk, 1981) lokasi penelitian terdiri atas dua formasi dan satu endapan yaitu Formasi Julurayeu (QTjr) yang berumur Plio - Plistosen, kemudian ada Formasi Idi (Qpi) yang berumur Plistosen, lalu ada Endapan Alluvium (Qh) yang berumur Holosen hingga sekarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi permukaan yang terdiri dari struktur geologi, litologi batuan, bentang alam, dan studi provenance batupasir yang meliputi (tatanan tektonik, dan iklim purba) yang terdapat di lokasi penelitian. Pada penelitian ini akan dilakukannya pengambilan data secara langsung di lapangan dan menganalisis batuan menggunakan metode analisis petrografi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 satuan, yaitu satuan batupasir Julurayeu (QTjr), satuan batupasir karbonatan Julurayeu (QTjr), satuan batupasir tufaan Julurayeu (QTjr), satuan endapan Idi (Qpi) dan satuan endapan alluvial (Qh). Litologi yang ditemukan di lapangan berupa batupasir, batupasir tufaan, batupasir karbonatan, batulempung, batulempung karbonatan, konglomerat, endapan Idi, dan endapan alluvial.  Sedangkan kondisi bentang alam terdiri atas satuan bentuk lahan denudasional (D1 dan D5), satuan bentuk lahan fluvial (F1), dan satuan bentuk lahan struktural (S1). Berdasarkan hasil pola aliran yaitu pola aliran dendritik dengan kategori sungai berstadia muda. Berdasarkan hasil analisis petrografi dari ke 4 sampel, batupasir di Formasi Julurayeu dinamakan lithic wacke dengan jenis kuarsa monokristalin atau kuarsa kristal tunggal. Berdasarkan hasil analisis provenance batupasir Formasi Julurayeu (QTjr), didapatkan hasil tatatan tektonik berupa zona recycled Orogenic sub zona quartzose recycled dan transitional recycled, dan iklim purba daerah sumbernya berada pada iklim lembab (humid).&#13;
Kata kunci : Provenance, Julurayeu, Lithic Wacke, Recycled Orogen, Humid&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129237</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 15:35:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 11:57:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>