PRAKTIK, PELUANG DAN TANTANGAN DALAM UPAYA KONSERVASI TERHADAP KAWASAN SITUS CAGAR BUDAYA SAMUDERA PASAI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRAKTIK, PELUANG DAN TANTANGAN DALAM UPAYA KONSERVASI TERHADAP KAWASAN SITUS CAGAR BUDAYA SAMUDERA PASAI


Pengarang

MUHAMMAD NOVAL ZUMAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Farisa Sabila - 199202232019032023 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010057

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Cagar Budaya merupakan salah satu komponen penting dalam merepresentasikan identitas pada suatu kota dikarenakan nilai historis yang terkandung di dalamnya. Kawasan Situs Cagar Budaya Samudera Pasai merupakan salah satu kawasan yang menjadi kawasan lindung sekaligus masuk ke dalam kategori kawasan strategis sosial budaya dan juga menjadi Kawasan peruntukan pariwisata dengan konsep wisata budaya dan sejarah. Pada kawasan Situs Cagar Budaya Samudera Pasai telah melakukan praktik konservasi untuk merawat Cagar Budaya, maka pada penelitian ini ingin mengindentifikasi sejauh mana kegiatan konservasi telah dilakukan serta melihat peluang dan tantangan pada Kawasan Situs Cagar Budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif Kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan key informan, akademisi, masyarakat, dan dinas terkait. Hasil penelitian bahwa pada Kawasan Cagar Budaya Samudera Pasai khususnya pada Kecamatan Samudera telah dilakukan kegiatan konservasi untuk melindungi dan menjaga Cagar Budaya Samudera Pasai, namun kegiatan konservasi belum sepenuhnya optimal dikarenakan beberapa kendala dan tantangan. Kendala tersebut antara lain belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang berwenang dalam menentukan kegiatan konservasi yang tepat dan belum optimalnya perlibatan berbagai pihak seperti Akademisi, peneliti, pihak kampus dan lembaga pendidikan, komunitas serta masyarakat untuk membantu kegiatan konservasi yang dapat memberikan rasa tanggungjawab bersama dalam melindungi situs Cagar Budaya. Peluangnya seperti lokasi yang memiliki nilai historis tinggi, sudah terdapat juru pelihara ditiap situs, banyak lokasi dan peninggalan baru yang ditemukan, menjadi lokasi wisata sejarah unggulan Aceh Utara, dan menjadi lokasi untuk melakukan penelitian mengenai Kerajaan Samudera Pasai.

Kata Kunci : Aceh Utara, Cagar Budaya, Konservasi, Samudera Pasai.

Cultural Heritage is an essential component in representing the identity of a city due to the historical values it contains. The Samudera Pasai Cultural Heritage Site is an area designated as a protected zone and categorized as a strategic socio-cultural area. It is also a tourist destination with a cultural and historical tourism concept. Conservation practices have been conducted in the Samudera Pasai Cultural Heritage Site to preserve the cultural heritage. Therefore, this study aims to identify the extent of the conservation activities carried out and to explore the opportunities and challenges in the Cultural Heritage Site area. The research uses a Qualitative Descriptive analysis method, with data collection through literature studies, observations, and interviews with key informants, academics, the community, and related agencies. The study's findings indicate that conservation activities have been undertaken in the Samudera Pasai Cultural Heritage Site, especially in Samudera District, to protect and preserve the cultural heritage. However, these conservation efforts are not yet fully optimized due to several obstacles and challenges. These challenges include the absence of a Cultural Heritage Expert Team (TACB) authorized to determine the appropriate conservation actions and the lack of optimal involvement from various parties, such as academics, researchers, university and educational institutions, communities, and the public, to assist in conservation activities. Such involvement is crucial to foster a shared responsibility in protecting cultural heritage sites. The opportunities include the historical significance of the locations, the presence of caretakers at each site, the discovery of many new locations and relics, the site's potential as a prime historical tourism destination in North Aceh, and its role as a research location on the Samudera Pasai Kingdom. Keywords: North Aceh, Cultural Heritage, Conservation, Samudera Pasai

Citation



    SERVICES DESK