<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129230">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS LINE BALANCING DALAM PENINGKATAN OUTPUT PRODUKSI PADA SALAH SATU PERUSAHAAN ELEKTRONIK DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Nabila Chantika</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertumbuhan industri manufaktur yang berkembang pesat menjadi indikator semakin meningkatnya pesaing yang ada. Peningkatan produktivitas dan efisisiensi produksi merupakan salah satu bentuk inovasi perusahaan sehingga dapat bertahan dan berkembang dipersaingan dunia industri manufaktur. Salah satu strategi tersebut berupa penerapan line balancing. Line balancing dapat menyeimbangkan penugasan beberapa elemen kerja di setiap stasiun kerja sehingga dapat meningkatkan efisiensi lintasan dan meminimalisirkan waktu menunggu. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan elektronik home appliances seperti kulkas, air conditioner, kipas angin, dan lainnya. Namun, pada proses produksi kulkas model Dua Pintu Ekspor di Inner Assy Line masih belum dapat berjalan dengan efisien dikarenakan waktu proses produksi setiap stasiun kerja belum seimbang dan mengakibatkan bottleneck pada stasiun kerja yang ada di lini produksi tersebut. Dari kurang seimbangnya waktu proses produksi di setiap stasiun kerja tersebut berpengaruh terhadap arus produksi yang tidak lancar dalam mencapai permintaan output produksi yang telah ditentukan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai line balancing menggunakan metode Ranked Positional Weight dan Regional Approach untuk memperbaiki ketidakseimbangan waktu proses produksi di Inner Assy Line. Ranked Positional Weight merupakan metode yang menggunakan prinsip bobot posisi dalam pelaksanaannya, sedangkan Regional Approach merupakan metode dengan menggolongkan stasiun kerja yang memiliki wilayah yang sama satu dengan lainnya. Diperoleh hasil yang dalam analisis line balancing ini yaitu mampu memperbaiki lintasan produksi yang berproduksi secara berlebihan dengan penambahan stasiun kerja yang sebelumnya 12 stasiun kerja menjadi 14 stasiun kerja, serta memaksimalkan output produksi yang sebelumnya menghasilkan 72 unit/hari menjadi 119 unit/hari.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129230</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 14:50:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 15:22:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>