Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH SECARA SPASIAL MENURUT INDEKS HIJAU-BIRU INDONESIA
Pengarang
UWAIS AL-AMIN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Halis Agussaini - 196508111993031001 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004110010032
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2024
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kota Banda Aceh telah mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari segi pembangunan kota maupun peningkatan jumlah penduduk sehingga menyebabkan berkurangnya ketersediaan lahan dan kelestarian RTH pada kawasan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu aspek yang diatur dalam perencanaan tata ruang kota menurut Permen ATR/BPN No. 14 tahun 2022. Didalam peraturan tersebut mengatur tipologi RTH serta bagaimana menghitungnya. Menurut data dari DLHK3 Banda Aceh tahun 2024, RTH publik Kota Banda Aceh memiliki luas 14,33% dari total luas wilayah Kota Banda Aceh, sehingga luas tersebut belum sesuai dengan kebijakan berupa 20% RTH publik dari total luas wilayah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan RTH publik dengan menggunakan Indeks Hijau-Biru Indonesia (IHBI) dan untuk mengetahui kondisi RTH publik secara spasial dengan mempertimbangkan aspek keterjangkauan, keterlayanan, dan ketersebaran di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode spasial kuantitatif. Perhitungan RTH dilakukan dengan menggunakan Indeks Hijau-Biru Indonesia (IHBI), lalu analisis spasial pada tipologi RTH yang mengacu pada Permen ATR/BPN No. 14 tahun 2022 berupa jangkauan pelayanan, ketersediaan per jiwa, dan distribusi lokasi sebaran RTH publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas RTH publik Kota Banda Aceh memiliki luas 752,21 Ha dengan persentase 12,74% dari luas wilayah. RTH publik belum dapat menjangkau 15% kawasan permukiman. Terdapat 2 lokasi RTH publik yang belum cukup melayani masyarakat Kota Banda Aceh. Serta pola lokasi ketersebaran RTH publik yang cenderung masih mengelompok.
Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Indeks Hijau-Biru Indonesia, Keterlayanan, Kota Banda Aceh
The city of Banda Aceh has experienced rapid development both in terms of urban development and population increase, resulting in reduced land availability and sustainability of green spaces in urban areas. Green Open Space is one of the aspects regulated in urban spatial planning according to Permen ATR/BPN No. 14 of 2022. The regulation regulates the typology of public green space and how to calculate it. According to data from DLHK3 Banda Aceh in 2024, public green space in Banda Aceh City has an area of 14.33% of the total area of Banda Aceh City, so that this area is not in accordance with the policy of 20% public green space of the total area. Therefore, this research is to evaluate the availability of public green spaces using the Indonesian Green-Blue Index (IGBI) and to determine the condition of public green spaces spatially by considering aspects of affordability, serviceability, and spread in Banda Aceh City. This research was conducted using a quantitative spatial method. The calculation of RTH was carried out using the Indonesian Green-Blue Index (IGBI), then spatial analysis using public green space typology which refers to Permen ATR / BPN No. 14 of 2022 to see the range of services, availability per person, and distribution of public green space distribution locations. The results showed that the area of public green space in Banda Aceh City has an area of 752,51 Ha with a percentage of 12.74% of the total area. Public green space has not been able to reach 15% of residential areas. There are 2 public green space locations that are not enough to serve the people of Banda Aceh City. As well as the pattern of the location of the distribution of public green spaces that tend to be still clustered. Keywords: Green Open Space, Indonesian Green-Blue Index, Serviceability, Banda Aceh City
INVENTARISASI JENIS KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: RHOPALOCERA) DI RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH (Fitriani, 2024)
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA LHOKSEUMAWE (Dwi Silviana, 2019)
IMPLEMENTASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Ikhlas Saradiwa, 2017)
PERAN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MEWUJUDKAN RUANG TERBUKA HIJAU ( STUDI DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH ) (SAIDUS SYUHUR, 2020)
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KAWASAN PERKOTAAN PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG (Rayhan dara fhounna, 2024)