<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129227">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA BANDA ACEH SECARA SPASIAL MENURUT INDEKS HIJAU-BIRU INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>UWAIS AL-AMIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik	Perencanaan Wilayah dan Kota</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Banda Aceh telah mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari segi pembangunan kota maupun peningkatan jumlah penduduk sehingga menyebabkan berkurangnya ketersediaan lahan dan kelestarian RTH pada kawasan perkotaan. Ruang Terbuka Hijau merupakan salah satu aspek yang diatur dalam perencanaan tata ruang kota menurut Permen ATR/BPN No. 14 tahun 2022. Didalam peraturan tersebut mengatur tipologi RTH serta bagaimana menghitungnya. Menurut data dari DLHK3 Banda Aceh tahun 2024, RTH publik Kota Banda Aceh memiliki luas 14,33% dari total luas wilayah Kota Banda Aceh, sehingga luas tersebut belum sesuai dengan kebijakan berupa 20% RTH publik dari total luas wilayah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan RTH publik dengan menggunakan Indeks Hijau-Biru Indonesia (IHBI) dan untuk mengetahui kondisi RTH publik secara spasial dengan mempertimbangkan aspek keterjangkauan, keterlayanan, dan ketersebaran di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan metode spasial kuantitatif. Perhitungan RTH dilakukan dengan menggunakan Indeks Hijau-Biru Indonesia (IHBI), lalu analisis spasial pada tipologi RTH yang mengacu pada Permen ATR/BPN No. 14 tahun 2022 berupa jangkauan pelayanan, ketersediaan per jiwa, dan distribusi lokasi sebaran RTH publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas RTH publik Kota Banda Aceh memiliki luas 752,21 Ha dengan persentase 12,74% dari luas wilayah. RTH publik belum dapat menjangkau 15% kawasan permukiman. Terdapat 2 lokasi RTH publik yang belum cukup melayani masyarakat Kota Banda Aceh. Serta pola lokasi ketersebaran RTH publik yang cenderung masih mengelompok.&#13;
Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Indeks Hijau-Biru Indonesia, Keterlayanan, Kota Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 14:41:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-31 11:43:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>