<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129194">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH TAHANAN PENGETANAHAN TERHADAP PERISTIWA BACK FLASHOVER PADA TOWER SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) 150 KV SIGLI-BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammmad Zikrullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Elektro</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak: Saluran transmisi 150 kV sering mengalami gangguan baik itu gangguan dari dalam seperti usia peralatan ataupun juga gangguan dari luar seperti sambaran petir, sehingga diperlukannya sistem pengetanahan sebagai perlindungan dari sambaran petir. Pada SUTT 150 kV Sigli-Banda Aceh, dalam kurun waktu tahun 2023 telah terjadi 2841 kali sambaran petir pada segmen penghantar 150 kV Sigli-Banda Aceh, sehingga diperlukan sistem pengetanahan yang bekerja cukup efektif untuk meminimalisir gangguan akibat sambaran petir seperti lompatan arus balik atau back flashover. Sehingga diperlukan sistem pengetanahan yang efektif sesuai dengan lokasi menara transmisi tersebut. Selain itu, nilai tahanan untuk menara transmisi harus sesuai dengan standar SPLN T5.012 tahun 2020 dan PUIL tahun 2011 untuk sistem transmisi, yaitu nilainya harus berada di bawah  10 ohm. Sehingga diperlukan sistem pengetanahan yang sesuai dengan lingkungan sekitar berdirinya menara transmisi tersebut. Nilai tahanan tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap terjadi atau tidaknya peristiwa back flashover. Sebagai objek pada penelitian ini, yaitu tower 86 SUTT 150 kV Sigli-Banda Aceh yang berada di lingkungan dengan kondisi tanah liat sehingga besar tahanan jenis tanahnya 100 ohm meter dan sistem pengetanahan yang digunakan adalah mesh grid grounding. Dari hasil pengukuran diperoleh nilai tahanannya sebesar 4,75 ohm pada arde kaki A dan 5,46 ohm pada kaki C. Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui besar tegangan lompatan api yang akan menjadi acuan batas terjadinya peristiwa back flashover pada kaki tower tersebut dan diperoleh nilainya sebesar 2.588,58 kV, sehingga pada tower transmisi 86 penghantar Sigli-Banda Aceh dengan besar arus rata-rata sambaran petir yaitu 40 kA. Dapat terlihat bahwa sistem pengetanahannya dapat bekerja dengan optimal. Akan tetapi, apabila arus petir yang menyambar tower tersebut sebesar 120 kA atau lebih maka akan berpotensi terjadinya peristiwa back flashover.&#13;
&#13;
Kata kunci: Saluran Transmisi 150 kV, mesh grid grounding, back flashover, PLN, tower, PUIL.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129194</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 12:02:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 12:04:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>