<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129177">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN SOIL BURIAL TEST DARI HYBRID KOMPOSIT POLYVINYL ALCOHOL YANG DIPERKUAT DENGAN NANOKRISTAL SELULOSA DAN LATEKS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ghaffar Maulanjaya. H.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Plastik merupakan permasalahan utama dalam pencemaran lingkungan. Banyak kategori plastik yang digunakan menjadi limbah yang tidak dapat digunakan. Salah satu alternatif mengatasi sampah plastik ialah melalui pembuatan produk kemasan biokomposit yang dapat terurai serta mempunyai karakteristik mekanik mencukupi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kekuatan tarik dan menganalisis kemampuan biogdegradable pada film hybrid komposit Polyvinyl Alcohol (PVA) dengan penguat cellulose nanocrystals (CNC) dan lateks alam. Pengujian tarik dilakukan dengan standar ASTM D882-10 dan pengujian keteruraian mengunakan metode soil burial test dengan standar ASTM D6400 dilakukan selama 14 minggu. Rata-rata tegangan maksimum paling tinggi yaitu pada variabel PVA + CNC + Lateks 9% nilainya mencapai 28,76 MPa, sedangkan rata-rata tegangan maksimum paling rendah yaitu pada variabel PVA + CNC nilainya mencapai 13,27 MPa. Rata-rata modulus elastisitas paling tinggi yaitu pada variabel PVA + CNC + Lateks 9% nilainya mencapai 47,28 GPa, sedangkan rata-rata modulus elastisitas paling rendah yaitu pada variabel PVA + Lateks 3% nilainya mencapai 28,72 GPa. Dan Rata-rata persentase elongasi paling tinggi yaitu pada variabel PVA + CNC + Lateks 7% nilainya mencapai 426%, sedangkan rata-rata persentase elongasi paling rendah yaitu pada variabel PVA + CNC + Lateks 1% nilainya mencapai 291%. PVA + CNC merupakan variabel yang paling cepat terurai dengan nilai rata-rata persentase kehilangan berat mencapai 94,1%, sedangkan PVA + CNC + Lateks 9% merupakan variabel yang paling lama terurai dengan nilai rata-rata persentase kehilangan berat mencapai 60,8%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 11:20:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 18:13:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>