<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129160">
 <titleInfo>
  <title>MODEL PENCEGAHAN ADIKSI GIM BERBASIS SEKOLAH DENGAN PENDEKATAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI BANDA ACEH, INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Budi Satria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa gangguan akibat bermain game termasuk dalam gangguan mental dan kecanduan dalam International Classification Disease (ICD) terbaru. Indonesia salah satu negara yang mempunyai pemain gim terbanyak di Asia Tenggara. Terdapat 43,7 juta pemain gim Indonesia. Bermain gim secara terus menurus bisa menyebabkan adiksi. Pada umumnya adiksi gim belum dianggap sebagai suatu masalah serius oleh masyarakat maupun pemerintah. Belum ada data dari lembaga resmi pemerintahan mengeluarkan data resmi tentang adiksi gim. Beberapa model telah dikembangkan peneliti sebelumnya untuk menurunkan adiksi gim antara lain edukasi, psiko- edukasi dengan pengembangan program berbasis CBT. Namun pada umumnya model yang di tawarkan untuk mengurangi adiksi gim. Penelitian ini menggunakan mixed methods untuk membangun sebuah model pencegahan adiksi gim berbasis sekolah. Penyusunan model dilakukan melalui studi kualitatif untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang fenomena gim adiksi di sekolah dengan menggali persepsi 13 partisipan yang terdiri dari guru dan kepala sekolah. Beberapa temuan di antaranya Sebagian remaja telah mengalami adiksi dengan kesadaran dan pengelolaan diri&#13;
yang kurang diantaranya emosi yang labil. Kesaadaran sosial dan keterampilan berhubungan juga kurang ditunjukkan dengan perilaku; suka menyendiri, tidak mau di ganggu, selama berada disekolah. Setelah itu peneliti juga melakukan skrining atau survei remaja di sekolah untuk menemukan data pasti berapa jumlah remaja yang mengalami adiksi, demikian juga kecerdasan emosionalnya melalui study kuantitatif. 616 remaja yang dipilih menggunakan multistage random sampling di 6 SMP di kota Banda Aceh. Alat ukur yang digunakan ada dua yaitu IGDS9-SF dan TEIQUE-SF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30,8% remaja pernah mengalami kecanduan game, dan hampir separuhnya, yaitu 47,6 partisipan, cenderung memiliki kecerdasan emosional yang rendah. Dari analisis hubungan ditemukan bahwa kecanduan gim dan kecerdasan emosional mempunyai korelasi negatif melalui uji person r (p = 0,00, dan r = -0,4). Hasil dari studi kualitatif dan kuantitatif tersebut dijadikan sebagai bagian dari Tahapan Analisis Kebutuhan untuk pengembangan model berdasarkan teori R &amp; D. Tahapan selanjutnya adalah membuat rancangan model berupa modul pencegahan adiksi gim berbasis sekolah, Program “PINTER” dengan 4 kali pertemuan mingguan dengan durasi 60 sampai 90 menit, modul ini telah dilakukan tahapan uji coba produk dengan melibatkan 4 pakar dalam Uji Coba Produk, dan Implementasi bersama 8 remaja, juga dilakukan evaluasi pengalaman mereka dalam mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya diperlukan kolaborasi antara tenaga kesehatan dengan para guru disekolah untuk memberikan pelatihan terkait program PINTER ini, berupa teknis pendampingan, dan psikososial sehingga lebih terlatih dalam hal konseling, dan caring dalam penanganan awal gejala adiksi gim, sebelum di rujuk ke pelayanan kesehatan mental.&#13;
Kata Kunci : Pencegahan, adiksi gim, berbasis sekolah, remaja, kecerdasan emosional.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129160</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 10:33:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 10:44:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>