Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALLSIS PERUBAHAN KUALITAS AIR AKIBAT KEGIATAN PERTANIAN PADA PETAK SEKUNDER COT BENGGALI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE
Pengarang
Veranita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0405106010073
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karen itu. sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain dengan memperhitungkan kepentingan generasi sekarang maupun generasi mendatang. Limbah kegiatan pertanian merupakan salah satu dari sumber pencemar yang memberikan masukan ke sungai sehingga akan mengakibatkan terjadinya perubahan faktor fisika. kimia dan biologi di dalaln perairan. Limbah ini dapat berupa pupuk organik, pupuk anorganik. pestisidr dan lain-lain.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar perubahan kualitas air yang tedadi akibat aktivitas pertanian pada petak sekunder Cot Benggali Daerah lrigasi Krueng Jreue.
Parameter yang diukur antara lain suhu, Total Padatan Terlarun (TDS), kekeruhan, pH. Daya Hantar istrik@III.), besi, m, kesadahan. BOD, COD dan SAR. Hasil analisis laboratorium, air yang masuk ke petak sekunder Cot Benggali di dapat nilai suhu (27.5°C), TDS (321 mg/l, kekeruhan (0.24 NTU), pH ( 8.167). DHL (320 umhos/cm), besi (0.2393 mg/I), amonia (14.336), kesadahan (114.1026 mg/l), BOD (3.9838 mg/l), COD (7.250 mg/l), SAR (2.45). Hasil analisis dari yang keluar dari petak sekunder Cot Benggali di dapat nilali suhu (28°C), TDS (220 mg/l), kekeruhan (19.5 NTU). pH (7.350), DIET (222 umhos/l), besi (I.9249 mg/l), amonia (22.176 mg/l), kesadahan (383.8652 mg/I), BOD (2.2764 mg/l), COD (13.20 mg/l), SAR (I.97 mg/l). Untuk total padatan terlarut, pH, DHL, BOD. COD dan SAR hasil analisis mengalami penurunan nilai. Hal ini disebabkan karena pengambilan sampei kedua dilakukan setelah musim hujan sehingga banyak padatan-padatan terlarut atau tersuspensi yang hilang karena tejadi peningkatan volume air pada saluran
Beban pencemaran pada air yang keluar dari petak sekunder Cot Benggali mengalami penurunan dibandingkan dengan beban pencemaran air yang masuk ke petak sekunder Cot Benggali. Hal ini disebabkan oleh perbedaan volume air yang masuk dengan volume air yang keluar. Nilal beban pencemaran sangat dipengaruhi oleh volume air dan konsentrasi polutan sehingga semkin tinggi volume air dan konsentrasi poliltan semakin tinggi pula nilai beban pencemarannya.
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN KINERJA PEMELIHARAAN SISTEM IRIGASI DI JARINGAN TERSIER (STUDI KASUS DI DAERAH IRIGASI KRUENG JREUE) (Dewi novianty, 2024)
STUDI PENINGKATAN INTENSITAS LUAS DAN POLATANAM PADA DAERAH IRIGASI KRUENG JREU (Faisal, 2018)
STUDI PENINGKATAN INTENSITAS LUAS DAN POLATANAM PADA DAERAH IRIGASI KRUENG JREU (Faisal, 2018)
ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DI LAHAN PERTANIAN DAERAH IRIGASI RAJUI DI KABUPATEN PIDIE (Fajriah, 2015)
ANALISIS HUBUNGAN DEBIT DAN KEHILANGAN AIR DALAM SALURAN IRIGASI (STUDI KASUS SALURAN SEKUNDER DI. KRUENG JREUE) (Agustina Wati, 2024)