PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI SEMEN TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI LAHAN, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KEMUKIMAN LHOKNGA, KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KEBERADAAN INDUSTRI SEMEN TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI LAHAN, SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS: KEMUKIMAN LHOKNGA, KECAMATAN LHOKNGA, KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Madris - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zahrul Fuady - 196903192000031001 - Dosen Pembimbing I
Putra Rizkiya - 198601212019031009 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010045

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Industri merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pembangunan wilayah. Sektor industri dianggap mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mendorong pertumbuhan teknologi, serta memicu pertumbuhan ekonomi. Kecamatan Lhoknga merupakan daerah yang kaya akan batu gamping atau batu kapur yang merupakan sumber bahan baku utama untuk pembuatan semen. Keberadaan industri semen yang ada di Kecamatan ini menyebabkan terjadinya perubahan di wilayah Kemukiman Lhoknga yang berdampak pada perubahan lahan, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan industri semen terhadap perubahan fungsi lahan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu pengumpulan data primer berupa kuesioner serta wawancara dan sekunder berupa interpretasi citra. Variabel yang digunakan yaitu penggunaan lahan, sosial, dan ekonomi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, deskriptif kualitatif dan interpretasi citra. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh industri semen terhadap perubahan lahan, sosial dan ekonomi masyarakat di Kemukiman Lhoknga. Perubahan penggunaan lahan terlihat dari perubahan penggunaan lahan kebun, sawah dan hutan menjadi area permukiman, perdagangan dan jasa dan Industri. Perluasan lahan permukiman mencapai 66,38 hektar, sebagian besar diambil dari lahan yang sebelumnya adalah hutan dan kebun. Akibatnya, lahan hutan berkurang sebanyak 80,79 hektar, sementara lahan kebun berkurang sebesar 5,10 hektar. Perubahan lahan berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat yang terjadi terlihat dari sikap dan perilaku masyarakat yang dahulu menolak keberadaan industri semen, kemudian menerima keberadaannya. Dukungan masyarakat terhadap industri meningkat, menciptakan lingkungan kondusif untuk pertumbuhan industri dan program pembangunan jangka panjang yang bermanfaat bagi masyarakat. Perencanaan awal industri semen berlokasi di Gampong Lampuuk kemudian bergeser ke Gampong Mon Ikeun Kemukiman Lhoknga. Selanjutnya, adanya industri semen juga mempengaruhi perubahan ekonomi masyarakat. Perubahan ekonomi terlihat dari perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Adanya perluasan kesempatan kerja tentunya berpengaruh pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Industry is one of the sectors that has an important role in regional development. The industrial sector is considered capable of creating jobs, encouraging technological growth, and triggering economic growth. Lhoknga sub-district is an area rich in limestone, which is the main source of raw materials for making cement. The existence of the cement industry in this sub-district has caused changes in the Lhoknga settlement area that have an impact on land, social and economic changes. This study aims to analyze the influence of the existence of the cement industry on changes in land use, social, and economic functions of the community. Data collection techniques in this study are primary data collection in the form of questionnaires and interviews and secondary data in the form of image interpretation. The variables used are land use, social, and economic. The data analysis techniques used are descriptive statistics, qualitative descriptive and image interpretation. The results showed the influence of the cement industry on land, social and economic changes in Lhoknga settlement. Land use change can be seen from the change in land use of gardens, rice fields and forests into residential areas, trade and services and industry. The expansion of settlement land reached 66.38 hectares, mostly taken from land that was previously forests and gardens. As a result, forest land decreased by 80.79 hectares, while garden land decreased by 5.10 hectares. Land change affects the social changes of the community that occur as seen from the attitudes and behaviors of the community who previously rejected the existence of the cement industry, then accepted its existence. Community support for the industry increases, creating a conducive environment for industrial growth and long-term development programs that benefit the community. The initial planning of the cement industry was located in Gampong Lampuuk then shifted to Gampong Mon Ikeun, Lhoknga settlement. Furthermore, the existence of the cement industry also affects economic changes in the community. Economic changes can be seen from the expansion of employment opportunities and increased community income. The expansion of employment opportunities certainly affects the increase in community income.

Citation



    SERVICES DESK