<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129126">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KASUS PINK EYE PADA SAPI LOKAL DI PUSKESWAN BUKLOH ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Arief Fadillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan (D3)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>STUDI KASUS PINK EYE PADA SAPI LOKAL DI PUSKESWAN BUKLOH ACEH BESAR&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
&#13;
Pink eye merupakan penyakit mata akut yang biasanya bersifat epizootik dan ditandai dengan memerahnya konjungtivitis dan kekeruhan mata. Pink eye pada sapi biasanya disebabkan oleh bakteri Moraxella bovis yang merusak kornea mata sapi. Hewan yang rentan terhadap terjadinya pink eye adalah sapi, kerbau, kambing dan domba. Pink eye menyerang semua tingkat umur, namun hewan muda lebih peka dibandingkan dengan hewan tua. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan adalah mengetahui penanganan kasus pink eye pada sapi lokal di puskeswan bukloh Aceh Besar. Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan metode sinyalemen, anamnesa, pemeriksaan fisik serta persiapan alat dan bahan yang digunakan. Pada studi kasus ini, sapi dengan gejala lakrimasi, tidak nafsu makan, photopobi dan takut jika didekati, diberikan pengobatan dengan menggunakan antibiotik L.A (long acting) atau spektrum luas dengan kandungan amoxilin basa. Tindakan yang dilakukan oleh petugas paramedik yaitu melakukan pengobatan dengan menyemprotan ke bagian mata sapi. Setelah diberikan pengobatan hewan tampak mengedipkan matanya. Setelah pengobatan selesai, sapi ditempatkan di kandang yang terpisah serta bersih dan kering. Setelah 9 hari pasca pengobatan, sapi terlihat membaik dan kembali normal. Injeksi ke bagian mata merupakan tindakan penanganan yang aman dan efektif untuk mengatasi pink eye karena dapat mengeluarkan sumber infeksi dari bagian kornea.&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Antibiotik, Pink eye, Sapi domestik. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129126</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 00:46:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 09:24:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>