<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129077">
 <titleInfo>
  <title>STUDI REOLOGI DASAR ASPAL DENGAN SUBSTITUSI HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ferdiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tahun 2023 suhu rata-rata di Indonesia mengalami kenaikan dan oleh sebab itu kerusakan dini pada jalan beraspal umumnya akibat dari beban lalu lintas dan suhu di permukaan jalan. Pemanfaatan bahan aditif berupa limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE) sebagai modifikasi aspal merupakan inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan titik lembek aspal dan kualitas campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar aspal optimum dengan penggunaan metode yang berbeda dan kinerja campuran laston AC-WC dengan substitusi limbah HDPE sebagai bahan campuran aspal modifikasi serta reologi aspal. Tahap awal penelitian ini dengan melakukan pemeriksaan sifat-sifat fisis aspal, aspal modifikasi dan agregat, selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO). Setelah nilai KAO didapatkan selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji substitusi HDPE dengan variasi sebesar 9%, 10%, dan 11% yang diuji melalui tes Marshall. Dari hasil penelitian ini diperoleh KAO yaitu 5,91% untuk metode Departemen Pekerjaan Umum (2008) dan Asphalt Institute sebesar 5,72%. Evaluasi karakteristik Marshall pada campuran aspal beton AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) dengan variasi persentase HDPE 9%, 10%, dan 11% menunjukkan bahwa stabilitas tertinggi menurut metode Departemen Pekerjaan Umum (2008) dicapai pada substitusi HDPE 11% sebesar 2414,61 kg, sedangkan menurut metode Asphalt Institute, stabilitas tertinggi dicapai pada substitusi HDPE 9% sebesar 1746,52 kg. Substitusi HDPE meningkatkan density dan VFA(Void Filled by Asphalt), serta menurunkan VIM(Void in Mix), VMA(Void in Mineral Aggregate), dan flow. Metode Departemen Pekerjaan Umum (2008) menunjukkan substitusi HDPE 11% sebagai yang  terbaik, sedangkan metode Asphalt Institute menunjukkan substitusi HDPE 9% sebagai yang terbaik, dengan durabilitas masing-masing 95,69% dan 91,81%.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Laston, Plastik High Density Polyethylene (HDPE), Departemen Pekerjaan Umum(2008), Asphalt Institute, Marshall&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129077</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 16:43:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 14:29:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>