<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129057">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO KERING DALAM PEMBUATAN BOKASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Herdi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Produksi kakao yang meningkat juga menghasilkan kulit buah kakao yang  meningkat. Sebagian besar kulit buah kakao kering dibiarkan begitu saja sehingga  mencemari  lingkungan.  Penelitian ini  bertujuan untuk memanfaatkan kulit buah  kakao kering sebagai salah satu bahan tambahan dalam pembuatan bokasi.&#13;
               Penelitian  ini  menggunakan  Rancangan  Petak Terpisah  (RPT)   atau Stil Plot    yang  terdiri  dari  Petak  Utama  dan  Anak  Petak.   Petak  utama  adalah konsentrasi kulit buah kakao kering (K) yang terdiri dari 3 tarot yaitu Ki = 0%, K2  = 0%, dan K3 = 20%. Anak petak adalah lama fermentasi (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu  Li  =  0  Minggu    L2 =  2  Minggu,  L3  =  4  Minggu  L4 =  6  Minggu.  Kombinasi dari perlakuan adalah 3 x 4 dengan menggunakan 2 kali ulangan (U), sehingga  diperoleh 24 satuan percobaan. Analisis terhadap bokasi yang dihasilkan meliputi : total mikroonganisme (ICC), kadar air,  pH, temperatur, unsur C, unsur N,  rasio  CAN,  organoleptik  (tekstur,  bau  dan  warna),  dan  uji  tanaman.  Hasil penelitian   menunjukkan  bahwa  konsentrasi  kulit  buah  kakao  kering  (K)  pada  pembuatan   bokasi   berpengaruh   sangat  nyata   terhadap   total   mikroorganisme  (TCC)  sem  berpengamh  nyata  terhadap  pH.  unsur C  bokasi  dan  uji tanaman. Lama   fementasi  (L)  berpengaruh  sangat nyata terhadap total  mikrcorganisme  (TCC), pH dan temperatur bokasi serta  berpengaruh nyata terhadap uji tanaman. Semakin lama fementasi. pH bokasi cenderung meningkat kearah netral. Interaksi antara  konsentrasi  kulit  buah  kakeo  kering  dan  Lama  fermentasi  (KL)  yang  digunakan pada pembuatan bokasi  berpengaruh sangat nyata terhadap  pH, unsur  N, rasio C/N, temperatur dan uji tanaman.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129057</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 15:01:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 15:01:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>