<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129039">
 <titleInfo>
  <title>PENENTUAN HOSTING CAPACITY PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN METODE PARTICLE SWARM OPTIMIZATION MEMPERTIMBANGKAN BATASAN FREKUENSI</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menghadapi tantangan terkait variabilitas output dan penurunan inersia sistem yang dapat memengaruhi stabilitas frekuensi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Hosting Capacity (HC) PLTS dengan mempertimbangkan batasan frekuensi menggunakan metode Particle Swarm Optimization (PSO). Studi kasus dilakukan pada sistem IEEE 9 Bus dengan mempertimbangkan minimalisasi rugi-rugi daya, ROCOF, dan deviasi frekuensi sebagai fungsi objektif. Hasil optimasi menunjukkan bahwa lokasi untuk integrasi PLTS adalah pada bus 5 dengan kapasitas 38 MWp. Integrasi PLTS dengan kapasitas tersebut menghasilkan rugi-rugi daya aktif sebesar 2,90 MW, lebih rendah 63% dibandingkan kondisi sebelum integrasi PLTS. Analisis dampak variabilitas output PLTS menunjukkan bahwa fluktuasi output yang signifikan dapat menyebabkan deviasi frekuensi dan ROCOF yang besar. Penurunan inersia sistem akibat pengurangan pembangkit konvensional juga memengaruhi stabilitas frekuensi, dengan respons frekuensi yang lebih drastis saat terjadi perubahan beban. Kombinasi perubahan beban dan fluktuasi output PLTS secara simultan meningkatkan risiko ketidakstabilan frekuensi pada sistem dengan penetrasi PLTS yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil optimasi PSO dan analisis stabilitas frekuensi, penelitian ini memberikan rekomendasi HC PLTS sebesar 38 MWp (10% penetrasi) yang dapat diintegrasikan ke dalam sistem IEEE 9 Bus tanpa melampaui batasan stabilitas frekuensi yang ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi operator sistem tenaga listrik dalam merencanakan dan mengelola integrasi PLTS dengan mempertimbangkan batasan frekuensi, serta memberikan dasar bagi pengambil kebijakan dalam menyusun regulasi dan insentif yang mendukung pertumbuhan energi terbarukan yang berkelanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129039</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 13:38:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-30 00:29:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>