EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN PADA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L) DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN DAN ARAHAN KONSERVASI LAHAN PADA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L) DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Salwani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0005101021694

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2007

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

SALWANI. Evaluasi Kesesuain Lahan dan Arahan Konservasi Lahan pada Budidaya Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L) di Kecamatan Bukit kabupaten Bener Meriah, (di bawah bimbingan Dr.Ir.Hairul Basri, MSc sebagai ketua
dan Prof .Dr.Ir,Sufardi, MS sebagai anggota).
Dari hasil penelitian pemasalahan pada sifat kimianya adalah Kemasaman tanah (pH) agak masam sehingga membutuhkan usaha perbaikan untuk meningkatkan pH agar mendekati netral. Kadar C-organik dan N-total yang rendah sehingga perlu dilakukan penambahaq bahan organic dengan penanaman pupuk hijau atau pemberian pupuk kandang, dan rendahnya kation-kation tertukar sehingga diperlukan adanya upaya pemberian pemupukan terutama unsur hara makro.
Keadaan lereng yang bervariasi mulai dari datar sampai bergunung sehingga diperlukan suatu upaya agar dapat mendukung pertumbuhan tanaman kentang dengan upaya pembuatan teras untuk mengurangi bahaya erosi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuian lahan aktual dapat ditingkatkan satu kelas atau lebih tergantung pada faktor besarnya input teknologi dan faktor pembatas yang di perbailki.
Tingkat perbadcan sebaiknya mulai dari terendah sampal tertinggi yaitu (Low Input) Masukan rendah, usaha perbaikan dengan pemberian pupuk dan pengapuran. (Medium Input) masukan sedang, uasaha perbaikan dengan fasflitas bantuan pemerintah atau pemodalan yang lain. (High Input) masukan tinggi, usaha perbaikan dengan modal yang tinggi atau bantran pemerintah,
Pada daerah penelitian dengan satuan lahan (5, 6, dan 8) dengan kelas lereng > 40 % yang kesesuaian lahan aktualnya tidak sesuai (N) dapat meningkat apabila diberikan input teknologi. Perbakan yang dilakukan antara lain dengan pembuatan teras. Pembuatan teras ini sangat memerlukan biaya yang mahal (tinggi) sehingga para petani tidak dapat melakukannya sendiri, oleh karena itu pemerintah yang melakukannya. Apabila input juga diberikan pada lereng > 40 % ini akan mengakibatlen kerugian pada petani karena tidak akan memperoleh hasil yang maksimal disebabkan modal yang terlalu besar dibandingkan dengan hasil yang diperoleh, oleh karena itu satuan lahan (5, 6, dan 8) dengan kelerengan > 40 % tetap dibiarkan menjadi kawasan konservasi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK