<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="129009">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN METODE SIX SIGMA PADA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI PARAFORM (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>PT DOVER CHEMICAL PLANT B)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rauzah Khairunnisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT Dover Chemical merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri produk  kimia.  Paraform  kemasan  sack  25kg  telah  banyak  didistribusikan dikawasan  Indonesia  dan  Asia,  namun  pada  proses  produksinya  produk  tersebut masih  mengalami  kerusakan  atau  defect. Defect  tersebut  menghambat  PT  Dover Chemical dalam meraih potensi maksimal keuntungan sehingga diperlukan adanya pengendalian  kualitas.  Penelitian  ini  bertujuan  melakukan  pengendalian  kualitas terhadap  produksi  produk  paraform  kemasan  sack  25kg  dengan  menggunakan metode six sigma dengan tahapan define, measure, analyze,improve, dan control. Identifikasi yang didapat bahwa defect yang terjadi adalah seal tidak merekat, sack bocor/pecah  dan  vakum  tidak  optimal/sack  kembung.  Kemudian  pada  tahap pengukuran diperoleh rata-rata nilai sigma yaitu 3,13 dengan nilai DPMO (Defect Per Million Opportunity) yaitu 53.049. Nilai dari DPMO tersebut diartikan bahwa ada kemungkinan 53.049 defect yang akan terjadi dalam satu juta output atau unit. Nilai  sigma  mengartikan  bahwa  proses  produksi  berada  pada  rata-rata  industri Indonesia yaitu level 3 Sigma. Hal ini menunjukkan performasi produksi pada PT Dover  Chemical  belum  maksimal.  Sehingga  perlu  dilakukan  tindakan  preventif untuk  mencegah  terjadinya  kerusakan  mesin  seperti  melakukan  penjadwalan maintenance atau perbaikan secara berkala, perbaikan dan kontrol seperti tindakan pengecekan  ulang  pada  saat  penyortiran  material  sack,  serta  memberikan  arahan dan pengawasan kepada operator selama proses produksi berlangsung. &#13;
&#13;
Kata kunci:  Pengendalian Kualitas, Defect, Paraform kemasan sack, DPMO, Six Sigma, DMAIC.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>129009</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 11:13:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 17:43:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>