<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128993">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA NOMOPHOBIA DENGAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tyas Tamara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Psikologi</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perilaku cyberloafing merupakan perilaku menggunakan internet untuk kepentingan non-akademik yang dilakukan oleh mahasiswa ketika mengikuti perkuliahan di kelas. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan munculnya perilaku cyberloafing, salah satunya yaitu nomophobia atau ketakutan akan kehilangan akses ke smartphone. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara nomophobia dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 343 orang mahasiswa di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah A Five Factors Cyberloafing Scale yang disusun oleh Akbulut, Dursun, Dönmez, dan Şahin (2016) untuk mengukur perilaku cyberloafing dan Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) yang dikembangkan oleh Yildirim dan Correia (2015) untuk mengukur kecenderungan nomophobia. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi p=0,000 dan r=0,343. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara nomophobia dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat nomophobia, semakin tinggi pula tingkat perilaku cyberloafing pada mahasiswa. Artinya ketergantungan pada smartphone dan rasa cemas ketika tidak dapat mengaksesnya dapat mendorong mahasiswa untuk lebih sering melakukan perilaku cyberloafing selama perkuliahan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128993</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 09:57:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 17:29:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>