<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128977">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MITIGASI RISIKO PADA PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK) MENGGUNAKAN METODE HOUSE OF RISK (HOR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Ghifari Azwar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Industri</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT XYZ merupakan salah satu badan usaha yang bergerak di bidang produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). PT XYZ sendiri telah memproduksi Air Minum dalam kemasan sejak tahun 2005, yang mana dalam proses produksinya perusahaan tidak dapat terhindar dari berbagai risiko sehingga diperlukan sebuah pencegahan dari risiko-risko tersebut. Penelitian ini menggunakan metode House of Risk (HOR) untuk mengetahui risiko yang dapat merugikan perusahaan dan kemudian memberikan suatu saran aksi pencegahan dari risiko tersebut berdasarkan risiko prioritas yang telah di identifikasi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan juga merujuk pada jurnal mitigas risiko sebagai langkah awal penelitian. Selanjutnya, penulis juga melakukan wawancara, sesi brainstorming, dan mendistribusikan kuesioner kepada expert di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 kejadian risiko dan 16 penyebab risiko dimana terdapat 3 penyebab risiko yang memiliki persentase tertinggi berdasarkan perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP) yaitu kelalaian tenaga kerja (A9), pengabaian prosedur kerja oleh karyawan/operator (A11), dan kemudian terjadi kerusakan mesin (A8). Berikutnya, dilakukan perencanaan tindakan mitigasi dengan memperhitungkan risiko berdasarkan prioritasnya. Sebanyak sepuluh tindakan mitigasi telah disetujui oleh para expert. Setelah itu dilakukan perhitungan untuk mengetahui prioritas aksi yang dapat dijalankan. Sepuluh aksi tersebut ialah meningkatkan pengawasan dalam produksi, membuat jadwal maintenance secara berkala, memberikan punishment,dan juga motivasi kepada pekerja, peremajaan mesin, melakukan kerjasama dengan pihak ketiga atau perusahaan penyedia air lainnya, menyediakan energi alternatif seperti genset, membuat SOP pengiriman yang baik, melakukan penjualan secara online melalui e-commerce, membuat beberapa opsi supplier pengganti, dan melakukan koordinasi dengan supplier.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Produksi, House of Risk, Risk Event, Risk Agent, Manajemen risiko, ARP, Preventive Action	&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128977</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 23:16:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 11:27:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>