KESESUAIAN ASPEK TRANSPORTASI DALAM MEWUJUDKAN KOTA LAYAK HUNI (STUDI KASUS: KAWASAN PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KESESUAIAN ASPEK TRANSPORTASI DALAM MEWUJUDKAN KOTA LAYAK HUNI (STUDI KASUS: KAWASAN PUSAT KOTA BARU BANDA ACEH)


Pengarang

Syarifah Nibrassina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

irin Caisarina - 197605182005012002 - irincaisarina@usk.ac.id - - - Dosen Pembimbing I
Arief Gunawan - 198908012021021101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pemerintah Kota Banda Aceh telah mendeklarasikan rencana untuk mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai kota layak huni dengan cara meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana serta prasarana kota di dalam rencana pembangunannya. Desa Batoh dan Lamdom sebagai wilayah pengembangan pusat kota baru yang terus berkembang, berpotensi untuk mengalami peningkatan kebutuhan sarana dan prasarana, termasuk sarana transportasi. Berdasarkan penelitian Most Livable City Index pada tahun 2017 dan 2022, nilai indeks pada aspek transportasi di Kota Banda Aceh berada di bawah rata-rata nasional, padahal perwujudan transportasi yang baik dalam konteks sarana, prasarana, dan mobilitas berpengaruh terhadap seberapa layak huni sebuah kota. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kesesuaian aspek transportasi dalam mewujudkan kota layak huni di kawasan pusat kota baru Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari observasi dan kuesioner yang disebarkan kepada 183 responden yang bertempat tinggal di lokasi penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari citra satelit, penelitian terdahulu, undang-undang, kebijakan serta literatur terkait kota layak huni. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif kualitatif untuk menganalisis variabel jalur sepeda, jalur pedestrian, dan jalur angkutan umum, analisis spasial NDBI untuk memperoleh hasil dari variabel titik transit, serta analisis deskriptif kuantitatif untuk variabel tata guna lahan dan moda transportasi, serta digunakan juga pada skoring hasil akhir kelengkapan dan kesesuaian seluruh variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kawasan penelitian tidak tersedia jalur sepeda, jalur pejalan kaki tidak memenuhi kriteria kejelasan, kenyamanan, kesesuaian, maupun kriteria keramahan, jarak antar halte yang terlalu jauh, moda transportasi umum yang beroperasi belum memiliki pelayanan inklusif yang optimal, serta tidak tersedianya feeder untuk moda tersebut. Secara keseluruhan, aspek transportasi pada kawasan penelitan memperoleh skor sebesar 17 % sehingga masuk ke dalam kategori tidak sesuai. Rekomendasi yang diberikan ialah pembangunan jalur sepeda, pengembangan jalur pedestrian, penyediaan feeder, peninjauan ulang terhadap lokasi titik halte, serta mengoptimalkan pelayanan transportasi yang inklusif seperti penambahan ramp pada halte dan bus.

The Banda Aceh City Government has declared plans to make the City of Banda Aceh a livable city by improving the quality and quantity of city facilities and infrastructure in its development plans. Batoh and Lamdom villages as new urban center development areas that continue to grow, have the potential to experience an increase in the need for facilities and infrastructure, including transportation facilities. Based on the Most Livable City Index research in 2017 and 2022, the index value for the transportation aspect in Banda Aceh City is below the national average, even though the realization of good transportation in the context of facilities, infrastructure and mobility influences how livable a city is. This research aims to see the suitability of transportation aspects in creating a livable city in the new city center area of Banda Aceh City. This research uses primary data obtained from observations and questionnaires distributed to 183 respondents who live in the research location, while secondary data is obtained from satellite imagery, previous research, laws, policies and literature related to livable cities. The analysis used is qualitative descriptive analysis to analyze bicycle lane, pedestrian lane and public transport lane variables, NDBI spatial analysis to obtain results from transit point variables, as well as quantitative descriptive analysis for land use and transportation mode variables, and is also used in scoring the final result is completeness and suitability of all variables. The results of the research show that in the research area there are no bicycle lanes available, pedestrian lanes do not meet the criteria for clarity, comfort, suitability, or friendliness criteria, the distance between stops is too far, the mode of public transportation that operates does not have optimal inclusive services, and there is no availability feeder for that mode. Overall, the transportation aspect in the research area received a score of 17% so it fell into the category of unsuitable. The recommendations given are the construction of bicycle lanes, development of pedestrian lanes, provision of feeders, reviewing the location of bus stops, and optimizing inclusive transportation services such as adding ramps at bus stops and bus stops.

Citation



    SERVICES DESK