PEMANFAATAN FUNGI MIKORLZA ARBUSKULA (FMA) DAN TRICHODERMA HARZIANUM UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP LYCOPERSICL) PADA TANAMAN TOMAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN FUNGI MIKORLZA ARBUSKULA (FMA) DAN TRICHODERMA HARZIANUM UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU (FUSARIUM OXYSPORUM F.SP LYCOPERSICL) PADA TANAMAN TOMAT


Pengarang

Nurul Hasanah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0251310029

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Nurul Hasanah, 0251310029. Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan Trichoderma harzianum Untuk Mengendalikan Penyakit Layu (Fusarium axysporum f.sp lycopersicl) pada Tanaman Tomat. ( Dibawah bimbingan Alfizar, sebagai ketua dan Marlina, sehagai anggota)
Kajian tentang pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula sebagai agen pengendali hayati penyakit layu Fusarium di pertanaman tomat dengan penamhahan Trichoderma harzianum , telah dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. dari bulan November 2007 sampai sampai Maret 2008. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengeruh jamur antagonis Mikoriza dan Trichoderma dalam menekan perkembangan Fusarium axysporum pada tanaman tomat.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial. Perlakuan yang dicobakan adalah 16 kombinasi dosis mikoriza dan Trichoderma yang masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 48 satuan unit percobaan. Sedap unit percobaan terdiri atas 4 polybag tanaman sehingga jumlah polyabag percobaan seluruhnya 192 polybag. Faktor pertama adalah dosis Trichoderma yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0,0 ; 15,0 ; 30,0 ; 45,0 g polybag-I. Faktor kedua adalah mikoriza yang terdiri atas empat taraf yaitu 0,0 ; 0,5 ; 10,0 ; 15,0 g polybag-I. Seluruh data pada setiap peubah dianalisis secara statistik dengan analisis sidik ragam. Untuk melihat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0,05.
Hasil penelitinn menunjukkkan bahwa aplikasi mikoriza dan Trichoderma mempengaruhi perkembangrn Fusarium oxysporum f.sp lycopersicl. Hal ini dapat dilihat bahwa masa inkubasi patogen semakin lama yaitu 20,50 hari pada pemberian mikoriza dengan dosis 15,0 g polybag-1 dan Trichoderma dengan dosis 45,0 g polybag-1 dibandingkan dengan control, sedangkan tinggi tanaman adalah normal yaitu59,13cm(15 HST), 121,33 cm (30 HST), 136,67 cm (45 HST) dan berat buah sebesar 1192,13g polybag-1.
Pemberian mikoriza secara tunggal berpengaruh nyata terhadap peubah panjang xylem diskolorasi dan persentase tanaman layu. Aplikasi mikoriza sebanyak 15,0 g polybag-I menyebabkan persentase tanaman layu berkisar 33,33 persen dengan panjang xylem diskolorasi 2,39 cm. terdapat interaksi pada pengamatan masa inkubasi. tinggi tanaman dan berat buah akibat pemberian mikoriza dan Trichoderma dijumpai pada pengamatan masa inkubasi perlakuan mikoriza 15,0 g polybag-1 dan Trichoderma 45,0 g polybag-1.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK