<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128929">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) PADA CAMPURAN AC-WC DENGAN ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Chairul Fata</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kondisi perkerasan jalan yang baik penting untuk keselamatan pengguna jalan. Kualitas perkerasan jalan ditentukan oleh material campurannya. Keterbatasan material membuat teknologi bahan semakin berkembang hingga memanfaatkan limbah. Salah satu limbah yang dimanfaatkan sebagai material filler adalah abu tempurung kelapa (ATK). Selain substitusi pada filler, substitusi juga dilakukan pada material perekat dengan mencampurkan Buton Granular Asphalt (BGA) ke dalam aspal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter uji Marshall terhadap campuran AC-WC dengan penggunaan ATK dan semen portland sebagai filler dengan kadar perbandingan 50:50, terhadap persentase BGA sebesar 5%, 7% dan 9% serta untuk mengetahui nilai durabilitas dari campuran AC-WC dengan penggunaan ATK dan semen portland sebagai filler terhadap persentase BGA. Pada penelitian ini dilakukan tahap awal dengan melakukan pemeriksaan sifat-sifat fisis aspal dan agregat. Selanjutnya dilakukan pembuatan benda uji untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal rencana. Kadar aspal optimum (KAO) yang didapat dengan metode overlapping adalah sebesar 5,45% yang memenuhi persyaratan parameter Marshall. Selanjutnya pembuatan benda uji campuran laston (AC-WC) dengan substitusi BGA dengan persentase sebesar 5%, 7%, dan 9%, dengan substitusi filler ATK sebesar 50% dan semen portland 50%. Berdasarkan pengujian, persentase terbaik adalah BGA 9% dengan nilai stabilitas sebesar 1603,36 kg, flow sebesar 2,73 mm, VIM sebesar 4,83 %, VMA sebesar 17,82 %, VFA sebesar 72,91%, kepadatan sebesar 2,46 gr/cm3 dan MQ sebesar 590,50 kg/mm. pada persentase BGA 5% dan &amp; 7% terdapat beberapa parameter yang mendekati batas atas dan masih memenuhi spesifikasi Bina Marga. Untuk nilai stabilitas dan MQ mengalami peningkatan pada semua variasi, untuk nilai flow mengalami penurunan pada semua variasi, sedangkan Density, VIM, VMA, VFA mengalami tren naik turun namun masih dalam spesifikasi yang ditentukan. Nilai durabilitas yang diperoleh pada persentase BGA 9% adalah 94,11% dan memenuhi persyaratan Bina Marga 2018 Revisi 2 (2020) yaitu ≥ 90%.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 14:41:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 09:55:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>