<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128920">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA PENGARUH KECEPATAN UDARA PADA MENARA PENDINGIN TIPE PLAT DATAR BERLUBANG BERTINGKAT BANYAK TERHADAP KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menara pendingin (cooling tower) merupakan suatu sistem pendingin yang melepaskan kalor ke udara. Menara pendingin bekerja dengan cara mengontakkan air dengan udara dan menguapkan sebagian air tersebut ke atmosfir sehingga terjadi penurunan temperatur air. Untuk itu, peneliti melakukan penelitian dengan studi eksperimental pengaruh dari kecepatan fan dengan variasi kecepatan yang berbeda yaitu dari kecepatan 0 sampai kecepatan 3 pada menara pendingin dengan variasi temperatur inlet yaitu 75℃ dan 85℃. Penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik perpindahan panas serta mengetahui pengaruh kecepatan fan dan variasi temperatur inlet terhadap kinerja menara pendingin bertingkat banyak. Dimensi tinggi keseluruhan menara pendingin yaitu sekitar 2,4 m dengan luas setiap plat datar 0,7 m × 0,5 m, jumlah lubang pada plat datar 185 lubang dan kemiringan susunan pada setiap plat adalah 15°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju perpindahan panas paling tinggi terjadi ketika temperatur inlet 85℃ dan variasi kecepatan fan paling kencang yaitu di kecepatan fan ke 3. Nilai koefisien perpindahan panas yang paling besar terjadi ketika temperatur inlet 75℃ dengan variasi kecepatan fan ke 3. Sehingga adanya pengaruh yang besar antara variasi kecepatan fan dengan tingginya nilai laju perpindahan panas, koefisien perpindahan panas konveksi serta selisih temperatur tertinggi pada keoptimalan kinerja menara pendingin.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128920</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 13:41:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-29 09:45:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>