HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN RESILIENSI PADA AYAH TUNGGAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN RESILIENSI PADA AYAH TUNGGAL


Pengarang

Nanda Fitri Wulandani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iskandar - 196706062005011006 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2007101130020

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Psikologi., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ayah tunggal merupakan istilah yang menggambarkan pria yang mengemban tanggung jawab tunggal setelah kehilangan pasangan, khususnya akibat kematian pasangan. Kematian pasangan dapat memengaruhi kehidupan ayah tunggal, dimana ayah tunggal akan mengalami keberdukaan yang mengakibatkan pengalaman traumatik dan berdampak pada kondisi psikologis, sehingga dapat menyebabkan ayah tunggal tidak dapat untuk memandang dirinya secara positif, hal ini dapat menimbulkan lemahnya harga diri dan mempengaruhi kemampuan resiliensi sebagai ayah tunggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan resiliensi pada ayah tunggal. Sebanyak 74 ayah tunggal terlibat sebagai sampel penelitian yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument The Resilience Scale (RS) dan Self-liking Self-competence Quistionares Scale (SLSC), yang di analisis dengan menggunakan Jeffery’s Amazing Statistic Progam. Hasil analisis uji hipotesis menggunakan rho-spearman dengan nilai signifikansi (p) = 0,002 (p< 0,05), menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara harga diri terhadap resiliensi pada ayah tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan resiliensi pada ayah tunggal masing-masing berada pada kategori tinggi.

Kata Kunci: Ayah Tunggal, Cerai Mati, Harga Diri, Resiliensi.

Single fatherhood is a term that describes a man who assumes sole responsibility after the loss of a spouse, particularly due to the death of a spouse. The death of a partner can affect the lives of single fathers, where single fathers will experience grief which results in traumatic experiences and has an impact on psychological conditions, so that it can cause single fathers to be unable to view themselves positively, this can lead to weak self-esteem and affect resilience abilities as single fathers. The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and resilience in single fathers. A total of 74 single fathers were involved as research samples selected using purposive sampling technique. Data collection used The Resilience Scale (RS) and Self-liking Self-competence Scale (SLSC) instruments, which were analyzed using Jeffery's Amazing Statistical Program. The results of hypothesis testing analysis using rho-spearman with a significance value (p) = 0.002 (p < 0.05), indicating that there is a relationship between self-esteem and resilience in single fathers. The results showed that self-esteem and resilience in single fathers were each in the high category. Keywords: Single Father, Death Divorce, Self-esteem, Resilience.

Citation



    SERVICES DESK