Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEEFEKTIFITAS BEBERAPA FUNGLSLDA NABATI TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BUAH MANGGA
Pengarang
Indah Mega Sari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0305103010004
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Indah Mega Sari. 0305103010004. "Efektivitas Beberapa Fungisida Nabati Terhadap Penyakit Antraknosa Pada Buah Mangga" di bawah bimbingan Siti Hafsah selaku ketua dan Susanna selaku anggota.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun lidah buaya, buah mengkudu dan lateks pepaya sebagai fungisida nabati untuk mengendalikan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichumm gloesporioides pada buah mangga .
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, berlangsung sejak bulan Februari sampai dengan Mei 2009. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, Faktor pertama adalah fungisida yang terdiri dari 4 taraf yaitu Dithane M-45 (E1 ) sebagai kontrol adalah fungisida sintetik), ekstrak daun lidah bunya (E2), ekstrak buah mengkudu (E3) dan lateks pepaya (E4). Faktor kedua adalah konsentrasi perlakuan yang terdiri dari 4 taraf yaitu 5% (Ki),10% ac2),15% ac3), 20% (K4), sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan, yang masing-masing disulang 3 kali dan diperoleh 48 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 2 buah mangga sehingga jumlah buah mangga pada percobann seluruhnya 2 x 48 = 96 buah. Data diuji lanjut dengan menggunakan Uji BNT pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian beberapa fungisida nabati (daun lidah buaya. buah mengkudu dan lateks pepaya) pada konsentrasi 20% mampu menekan pertumbuhan C. gloesporioides sebesar ± 60% pada intensitas serangan. Dari ketiga jenis fungisida nabati yang dicobakan, lateks papaya dapat lebih menghambat perkembangan antraknosa. yang ditunjukkan dengan lamanya masa inkubasi (8 hari) dan diameter bercak (0,5 cm), setara dengan efek fungisida sintetik (Dithane M45). Pengujian beberapa fungisida nabati pada buah mangga, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat konsentrasi fungisida nabati yang diberikan maka semakin efektif menekan pertumbuhan C. gloesporioides. Lateks pepaya lebih efektif dibanding dengan ekstrak mengkudu dan lidah buaya dalam menekan perkembangan C. gloesporioides.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORLZA ARBUSKULA (FMA) TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUM L.) (Cut Meurah Fitria Kausa, 2024)
UJI KETAHANAN ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM GLOESPORIOEDES) PADA BEBERAPA VARIETAS CABAI HIAS AKIBAT PEMBERIAN MIKORIZA (Andryan Irka Pratama, 2024)
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK KETAHANAN TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.) IPB (PUTRI BELLA SAFHIRA, 2023)
PERANCANGAN INSTRUMEN ELEKTRONIK UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KEMANISAN BUAH MANGGA (Taufik, 2022)
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK.) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI) PADA BUAH CABAI. (Mario Pani, 2016)