<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128890">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN  PEMANFAATAN TEPUNG SUKUN  DALAM PEMBUATAN BAKSO IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maifitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Maifitri.&#13;
 0805105010017. Kajian Pemanfaatan Tepung Sukun dalam Pembuatan Bakso Ikan. Di bawah bimbingan Syarifab Robaya sebagai ketua  clan  Sri Haryani  sebagai anggota &#13;
 RINGKASAN &#13;
 Pembuatan satu usaha diversifikasi produk perikanan yang dapat dikembangkan adalah bakso ikan. Bakso merupakan produk olaban daging yang telah dihaluskan terlebib dahulu  dan  kemudian dicampur dengan bumbu-bumbu, tepung  dan  mendidih. Bakso merupakan jenis  dibentuk menjadi bola-bola kecil lalu direbus dalam  air  makanan  yang sangat populer di Indonesia, yang umumnya dibuat  dari  daging sapi, namun saat ini bakso juga dapat dibuat  daging ikan. &#13;
Bahan pengisi merupakan bahan yang biasanya ditambahkan dalam  dari  pembuatan nugget atau bakso. Bahan pengisi yang biasa digunakan pada pembuatan  rendah kadar proteinnya. Pembuatan bakso pada umumnya menggunakan bahan pengisi tepung tapioka. Sukun selain mengandung banyak zat gizi  bakso adalah tepung yang mempunyai kadar karbohidrat yang tinggi  dan  serat yang tinggi, dipilih menjadi bahan pengisi karena memiliki amilopektin yang tidak jauh berbeda dengan tepung tapioka. Pemanfatan tepung sukun dalam pembuatan bakso ikan dengan cara mensubtitusi tepung tapioka dengan tepung  clan  diharapkan dapat menghasilkan bakso ikan yang mirip dengan bakso ikan pada umumnya serta  sukun  memiliki kandungan serat yang tinggi.&#13;
 Penelitian  ini  bertujuan untuk mengetahui pengaruh subsitusi tepung tapioka dengan tepung  sukun  terhadap karakteristik fisiko kimia bakso ikan yang dihasilkan. Bakso ikan yang dihasilkan diharapkan memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai pangan fungsional. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas 2 (dua) faktor. Faktor pertama adalah rasio bahan pengisi yaitu  campuran antara tepung tapioka dengan tepung sukun (B), yang terdiri atas tiga  taraf  yaitu BI  =  60%: 40%, B2 = 50%: 50%, B3  = 40%: 60%. Faktor kedua adalah jenis ikan (J) terdiri dari dua  taraf  yaitu J1 = Ikan Leubim dan J2 = Ikan Alu-alu.  Kombinasi perlakuan dalam penelitian ini adalah 3  2 = 6 (enam) kombinasi  perlakuan dan menggunakan 3 (tiga) kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan  percobaan.  Analisis kimia yang dilakukan pada tepung sukun meliputi analisis kadar air,  kadar abu dan kadar pati. Sedangkan analisis pada ikan antara lain analisis kadar air,  kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Untuk bakso ikan analisis kimia kadar air,  (kadar abu, kadar lemak, dan kadar protein), sedangkan uji organoleptik meliputi (wama,aroma, tekstur, dan rasa)  serta  analisis fisik (uji gigit).  Hasil penelitian menunjukan bahwa bakso ikan dengan nilai gizi terbaik  memiliki kadar air 62, 18%, kadar abu 1,64%, kadar lemak 6,50% dan kadar protein 4,92%. Nilai-nilai yang diperoleh dipilih dari bakso dengan kandungan gizi yang mendekati SNI. Bakso ikan dengan campuran tepung sukun ternyata memiliki aroma, tekstur, rasa dan uji gigit yang dapat diterima oleh panelis. Penggunaan jenis ikan  Alu-alu (J2) menghasilkan bakso ikan yang dapat diterima panelis dengan lebih baik  (dari scgi aroma, rasa dan uji gigit) bila dibandingkan dengan ikan Leubim (J1). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128890</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 10:25:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 10:25:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>