<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128880">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN STATUS GIZI BALITA SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN KUTA MALAKA KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sakina Alvinni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Stunted merupakan salah satu bentuk triple burden malnutrition yang masih menjadi masalah di berbagai belahan dunia. Stunted adalah kondisi balita yang z-score status gizinya berada di &lt; -2 SD berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Aceh merupakan provinsi dengan prevalensi stunted tertinggi ke-3 di Indonesia dengan stunted mencapai 33,2%. Prevalensi stunted di Kabupaten Aceh Besar termasuk kategori sangat tinggi dengan prevalensi mencapai 32,4%. Pemerintah menetapkan 6 desa di Kecamatan Kuta Malaka sebagai lokus intervensi stunted. Pandemi Covid-19 membawa dampak bagi kehidupan masyarakat yang dapat berefek terhadap faktor-faktor determinan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi balita sebelum dan saat pandemi Covid-19 di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berupa 185 data status gizi balita yang diperoleh dari sistem Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Puskesmas Kuta Malaka. Sampel merupakan data berpasangan yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data sebelum pandemi Covid-19 pada Februari 2020 menunjukkan 31,4% balita berstatus stunted dan 68,6% balita berstatus normal. Data saat pandemi Covid-19  pada Februari dan Maret 2022 menunjukkan 30,3% balita  stunted dan 69,7% balita normal. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi = 0,277 (p value &gt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan signifikan antara status gizi balita sebelum dan saat pandemi Covid-19 di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar.&#13;
&#13;
Kata kunci: Status gizi balita, anak pendek, tiga beban malnutrisi, pandemi Covid-19, dampak pandemi Covid-19&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NUTRITION - HEALTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INFANTS - HEALTH</topic>
 </subject>
 <classification>613.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128880</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 10:09:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-12-18 16:24:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>