<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128805">
 <titleInfo>
  <title>JAMUR ANTAGONIS TRICHODERMA TERHADAP FUSARIUM OVSPORUM F.SP. LYCOPERSICI DENGAN PENAMBAHAN PUPUK BOKASHI PADA TANAMAN TOMAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2005</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN  &#13;
&#13;
Zulfa, 9851311671, Pemanfaatan Jamur Antagonis Trichoderma harzianum terhadap  Fusarium oxysporum fsp. lycopersici dengan Penambahan Pupuk Bokashi pada  Tanaman Tomat. (Dibawah bimbingan Tjut  Chamzurni  sebagai ketua dan Susanna  sebagai anggota)  Kajian tentang pemanfaatan jamur  T. harzianum sebagai agen pengendali  hayati penyakit busulk pembuluh batang di pertanaman tomat dengan penambahan  pupuk bokashi, telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas  Syiah Kuala, dari bulan Mei sampai Agustus 2004. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kemampuan Jamur antagonis T harzianum akibat pemberian pupuk bokashi dalam menekan perkembangan jamur F. oyxsporum pada tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 3 yang terdiri atas dua faktor yang diulang 3 (tiga) kali, sehingga diperoleh 12  kombinasi perlakuan dengan 36 satuan unit percobaan. Faktor pertama adalah dosis T  harziamum yang terdiri atas empat taraf yaitu 0,0 (T0); 15.0 (TI). 30.0 (T2) dan 45.0 (T3) g pot'. Faktor kedua adalah pupuk bokashi yang terdiri atas tiga taraf yaitu 0.0 (B0): 50.0 (BI) dan 100.0 (B2) g pot'. Seluruh data pada setiap peubah dianalisis secara statistik dengan analisis sidik ragam. Untuk melihat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 0.05. Hasil peneitian menunjukkan bahwa aplikasi T harzianum secara tunggal berpengaruh nyata terhadap peubah tinggi tanaman pada 15, 30. dan 45 HST,  sebanyak 45.0 g pot' terdapat persentase tanaman layu sekitar I6.67 persen dengan tinggi tanaman sebesar  persentase tanaman layu. dan berat buah. Aplikasi  T harziamum  57. 49 em (15 HST), 116.58 em (30 HST), 13142 em (45 HST). dan berat buah sebesar 1553.89 g batang. Pemberian pupuk bokashi secara tunggal berpengaruh nyata secara tunggal terhadap peubah tinggi tanaman pada 15, 30. dan 45 HST, persentase tanaman layu, dan berat buah. Aplikasi pupuk bokashi sebanyak 100.0 g pot' menyebabkan persentase tanaman layu berkisar 45.83 persen dengan tinggi tanaman sebesar 51,05  em (15 HST), 110,17 em (30 HST), 122.83 cm (45 HST), dan berat buah 1072.42  g/polibag Pupuk bokashi mempengaruhi kemampuan T harzianum dalam menekan  perkembangan  F oxysporum f.sp. lycopersici dapat dilihat melalui lamanya masa inkubasi patogen dan panjang xylem diskolorisasi yang terbentuk. Pengaruh terbaik pada pemberian T harzianum 45.0 g/pot dan pupuk bokashi 100,0 g/pot. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128805</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 14:54:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 14:54:08</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>