<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128802">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS MITIGASI RISIKO DENGAN PENDEKATAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) PADA PROSES PENGADAAN JASA (STUDI KASUS PT PUPUK ISKANDAR MUDA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfiadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Setiap perusahaan memiliki alur supply chain masing-masing untuk mengoptimalkan proses bisnis yang mereka lakukan agar mendapatkan hasil produksi yang baik dan layak guna.  PT. Pupuk Iskandar Muda merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang industri pupuk yang  terletak di Aceh. Serangkaian proses supply chain yang  kompleks membuat proses bisnis tidak terhindar dari risiko yang memberikan dampak negatif. Penelitian disini bertujuan untuk mengidentifikasi dan analisis risiko serta merancang strategi aksi mitigasi. Metode untuk menganalisis dalam penelitian ini melalui pendekatan“House of Risk (HOR),”yang memiliki dua tahapan. Tahapan pertama mengidentifikasi“kejadian risiko dan agen risiko”serta menghitung nilai“Aggregate Risk Potential (ARP).”Dari hasil penelitian diperoleh  20”kejadian risiko”dan 19“agen risiko.”Fase kedua menentukan urutan“strategi aksi mitigasi”untuk“agen risiko prioritas.”Melalui hasil dari nilai bobot ARP tertinggi dan perhitungan diagram pareto didapat 10”agen risiko prioritas”yang memberi dampak 77,42% munculnya peristiwa risiko, Dimana“agen risiko A17 memiliki nilai ARP”yang paling tinggi pada penelitian ini merupakan kategori high priority dalam arti harus segera dilakukan aksi mitigasi risikonya. Sehingga ditetapkan sebanyak 11 aksi mitigasi risiko yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi timbulnya agen risiko dalam rantai pasok proses pengadaan jasa”.&#13;
Kata kunci : House of Risk, Supply Chain, Agen Risiko, Aggregate Risk Potential, Aksi Mitigasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128802</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 14:42:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 10:06:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>