<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128798">
 <titleInfo>
  <title>PEMANFAATAN KULIT BUAH KAKAO SEGAR DALAM PEMBUATAN BOKASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Santri Aswandi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak Kulit buah kakao segar sejauh ini belum dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi.  Sebagian  besar  kulit  buah  kakao  segar  dibiarkan  begitu  saja  sehingga  mencemari  lingkungan.  Untuk  itu perlu  adanya  pemanfaatan pada  kulit  buah  kakao  segar  seperti  pembuatan pupuk organik atau bokasi agar dapat mengenaii penggunaan pupuk kimia&#13;
oleh petani kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi kulit  buah  kakao  segar  serta  lama   fermentasi  yang  digunakan  dalam  pembuatan  bokasi  terhadap mutu bokasi yang dihasilkan. Mengingat karakteristik  tekstur kulit buah kakao  segar yang lebih keras dibandingkan bahan baku bokasi yang biasa digunakan oleh para  petani, maka diperkirakan dibutuhkan waktu fermentasi yang lebih lama.&#13;
               Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RP.I)  atau Slit plot  yang terdiri  dari  Petak  Utama  dan  Anak  Petak.  Petak  utama adalah  konsentrasi  kulit  buah  kakao segar yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: Ki  = 0%,   K2 =  10%, dan K3 = 20%. Anak Petak adalah lama fementasi (IJ) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: L1 = 0 minggu L2 = 2 minggu,  L3  =  4   minggu  L4  =  6  mingg`i,  dengan  menggunakan  2  kali  ulangan  (U),  sehingga diperoleh 24 satuan percobann. Analisis  yang dilakukan terhadap bokasi yang  dihasilkan  meliputi:  total  mikroorganisme  (TCC),  pH,  unsur  C,  unsur  N,  rasio   C/N, temperatur, kadar air, organoleptik (tekstur, bau dan warna), dan uji tanaman. &#13;
               Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kulit buah kakao segar (K) yang  digunakan  pada pembuatan bokasi  berpengaruh  sangat  nyata  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COCOA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ORGANIC FERTILIZERS</topic>
 </subject>
 <classification>631.86</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128798</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 14:19:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 14:32:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>