<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128795">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INSULASI TERMAL PADA TANGKI PENYIMPAN AIR PANAS DENGAN VARIASI MATERIAL INSULASI UNTUK SOLAR WATER HEATER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Akmalul Azizi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Air panas (hot water) merupakan salah satu kebutuhan penting dalam rumah tangga, salah satunya untuk kebutuhan mandi. Mendapatkan air panas untuk kebutuhan mandi bisa menggunakan solar water heater. Standar temperatur air panas untuk keperluan mandi adalah 35 – 40 ºC, sehingga solar water heater harus mencapai suhu tersebut. Solar water heater bergantung pada energi panas radiasi matahari untuk memanaskan air dan menyimpannya dalam waktu tertentu agar bisa digunakan ketika diperlukan. Untuk mendapatkan sistem penyimpan air panas yang optimal, diperlukan material insulasi dengan konduktivitas termal yang rendah guna menghambat kehilangan panas. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh material insulasi terhadap perubahan temperatur air panas pada tangki air berkapasitas 50 liter dengan ketebalan insulasi 10 cm. Air disimpan dalam tangki selama 16 jam dengan insulasi yang berbeda-beda. Material insulasi yang digunakan  terdiri dari tiga variasi yaitu material insulasi dari styrofoam dengan konduktivitas termal (k) 0,033 W/m.K, serbuk kayu meranti dengan konduktivitas termal 0,153 W/m.K dan sabut kelapa dengan konduktivitas termal 0,168 W/m.K. Dalam penelitian tersebut, insulasi styrofoam lebih unggul dibandingkan serbuk kayu meranti dan sabut kelapa untuk menghambat kehilangan panas dengan nilai kehilangan panas 10,21 W dan kalor air 103,96 kW. Pada insulasi styrofoam, penurunan temperatur air rata-rata hanya 0,37 ºC. Sedangkan insulasi serbuk kayu meranti dan sabut kelapa mengalami penurunan temperatur 0,38 ºC dan 0,39 ºC.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128795</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 13:27:30</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-28 10:05:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>