PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L. WEBB) SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EKSPLAN TANAMAN LIDAH BUAYA (ALOE VERA L. WEBB) SECARA IN VITRO


Pengarang

Khaira Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0051112744

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2009

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Khaira Fitri "Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Eksplan Tanaman Lidah Buaya (Aloe vera L.Webb) secara Invitro (dibawah bimbingan Syammiah sebagai pembimbing utama dan Efendi sebagai
pembimbing anggota)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman lidah buaya secara in vitro dengan konsentrasi NAA dan BAP yang sesuai serta interaksi antara konsentrasi NAA dan konsentrasi BAP.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dimulai dari tanggal 12 Mei sampai dengan 16 Juni 2005. Bahan-bahan yang digunakan adalah
eksplan berupa mata tunas lidah bunya dengan ukuran 2-3 cm, Zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Medium yang digunakan adalah medium Murashige dan Skoog (MS) yang ditambahkan gula (30 gA). Bahan sterilisasi terdiri deri formalin
0,04 %, agrimysin 5 %, alkohol 70 %, bayclin, tween 20, betadine dan deterien.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 4 dengan 4 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu konsentrasi NAA (0, 0.5, dan I mg/I) dan konsentrasi BAP (0, 2, 4 dan 6 mg/I).
Peubah-peubah yang diamati adalah saat inisiasi tumbuh, jumlah tunas umur 4 dan 6 minggu setelah inokulasi, tinggi tunas ulnur 6 minggu setelah inokulasi, jumlah daun umur 2, 4 dan 6 minggu setelah inokulasi, persentase hidup, persentase mati dan persentase kontaminasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi NAA berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tunas umur 4 minggu setelah inisiasi, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap saat inisiasi tumbuh, jumlah tunas umur 6 MSI,
tinggi tunas umur 6 MSI, jumlah daun umur 2, 4, dan 6 MSI, Konsentrasi terbaik ditunjukkan oleh perlakuan N2 (0,5 mg/I).
Konsentrasi BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah daun umur 2 minggu setelah irisiasi, namun berpengaruh tidak nyata terhadap saat inisiasi tumbuh, jumlah tunas umur 4 dan 6 Msl, tinggi tunas umur 6 Msl, jumlah daun umur 4 dan 6 MSI. Konsentrasi terbalk ditunjukkan oleh perlakuan 83 (6 mg/I).
'l`erdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan konsentrasi NAA dan konsentrasi BAP terhadap tinggi tunas eksplan lidah bunya umur 6 MSI. Konsentrasi terbaik dimaksud ditunjukkan oleh kombimasi tanpa NAA (No) terhadap konsentrasi BAP 2 mg/I (Bi) dan terhadap BAP 6 mg/I (83), serta kombinasi BAP 4 mg/I (82) terhadap NAA I mg/I (N I).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK