PERHITUNGAN INDEKS KONDISI BANGUNAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK BIAYA PERBAIKAN BANGUNAN GEDUNG SMP 1 BAMBI KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERHITUNGAN INDEKS KONDISI BANGUNAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) UNTUK BIAYA PERBAIKAN BANGUNAN GEDUNG SMP 1 BAMBI KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE


Pengarang

Meina Devi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0504101010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2010

Bahasa

Indonesia

No Classification

692.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Kinerja suatu konstruksi bangunan gedung akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia pakai bangunan tersebut. Pada umunmya, bangunan gedung direncanakan dapat berfungsi selama masa layan tertentu . Namun selama masa layannya, bangunan rentan terhadap kerusakan akibat berbagai seiring dengan usia pakainya . Akibat kerusakan yang disebabkan oleh usia pakai tersebut, hal maka diperlukan suatu metode yang dapat menilai tingkat kerusakan bangunan ke dalam kerusakan ringan, sedang, dan berat. Tujuannya adalah untuk memperkirakan besarnya biaya perbaikan gedung dengan mengklasifikasikan kerusakan bangunan . Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada komponen­ komponen bangunan yang dapat dilihat secara visual saja. Melalui pengamatan secara visual di lapangan, dapat diidentifikasikan jenis-jenis kerusakan serta pengukuran volume kerusakan pada elemen gedung dengan menggunakan peralatan yang diperlukan seperti meteran, alat-alat tulis, dan kamera. Untuk menilai kondisi bangunan dilakukan dengan menghitung nilai indeks kondisi bangunan yang merupakan penggabungan dua atau lebih nilai kondisi dikalikan dengan bobotnya (Composite Condition Index ), dimana untuk bobot fungsionalnya didapat dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Dari hasil perhitungan indeks kondisi, diketahui SMP I Bambi ini termasuk dalam tingkat kerusakan ringan karena berada pada zona I yaitu sebesar 83,8%. Perhitungan estimasi biaya perbaikan bangunan SMP I Bambi dengan menggunakan analisa SNI 2002 didapat sebesar Rp 463.910.000 dari total estimasi biaya pembangunan bangunan baru yaitu sebesar Rp 2.568.704.000, termasuk di dalamnya biaya pembongkaran dan pemasangan ulang komponen yang mengalami kerusakan . Adapun komponen ban gunan yang paling banyak mengalami kerusakan yaitu pada pekerjaan plafon yang memakan biaya sebesar Rp 197.364.900, ditambah dengan biaya pembongkaran dan pemasangan ulang plafon. Nilai perbaikan ini berarti sama dengan 18,06% dari total biaya, sehingga dikategorikan ke dalam tingkat kerusakan ringan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24/PRT/M/2 008 yang biaya maksimum perbaikannya sebesar 35%.

Kata kunci : Usia Pakai, Indeks Kondisi, Tingkat Kerusakan, Biaya .

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK