STUDI KOMPARASI WAKTU PENYELESAIAN PROYEK ANTARA METODE CPM DAN PDM (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUANG RAWAT INAP DAN AULA PUSKESMAS BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STUDI KOMPARASI WAKTU PENYELESAIAN PROYEK ANTARA METODE CPM DAN PDM (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUANG RAWAT INAP DAN AULA PUSKESMAS BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR)


Pengarang

Muchsin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0604101010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2012

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Pelaksanaan penjadwalan proyek dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya adalah metode CPM (Critical Path Method) dan PDM (Precedence Diagram Method). Masing-masing dari metode tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Penulisan Tugas Akhir yang berupa Perencanaan ini dengan tujuan adaJah untuk mengestimasi waktu CPM pnyelesaian proyek dengan metode dan PDM pada proyek pembangunan Gedung Ruang Rawat Inap dan Aula Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar. Dalam merencanakan jaringan kerja tahapan­ tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi kegiatan setelah tahapan identifikasi kegiatan selesai dilakukan selanjutnya dapat dihitung durasi untuk masing-masing item pekerjaan dan menentukan hubungan antar kegiatan. Dengan ditentukannya hubungan antar kegiatan, maka dapat dirangkaikan berbagai kegiatan, sehingga keseluruhan kegiatan membentuk jaringan kerja yang mencerminkan proyek secara keseluruhan. Dalam Perencanaannya jaringan kerja metode CPM han ya menggunakan satu jenis hubungan aktifitas yaitu hubungan akhir keawal yaitu finish-start (FS). Sedangkan pada jaringan kerja metode PDM hubungan antar kegiatan berkembang menjadi beberapa kemungkinan berupa konstrain yaitu start­ finish (SP), start-strat (SS ), finish-start (FS), dan finish-finish (FF). Dari hasil perencanaan jaringan kerja kedua metode, CPM menghasilkan estimasi waktu pelaksanaan proyek sebesar H5 hari, sedangk an PDM menghasilkan estimasi waktu pelaksanaan proyek sebesar I 00 hari , perbedaan yang diperoleh dari basil penjadwalan dari masing-masing item pekerjaan serta lintasan kritis dari setiap metode dengan waktu mulai lebih cepat rata-rata 6,89 hari. Nilai rata-rata tersebut menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan pada metode PDM terdapat beberapa jenis konstrain sedangkan pada metode CPM dimana tidak dimungkinkan suatu kegiatan dimulai sebelum suatu kegiatan pendahulunya telah selesai seluruhnya.

Kata Kunci : Penjadwalan, CPM, PDM

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK