<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128755">
 <titleInfo>
  <title>RANCANG BANGUN  PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DENGAN KAPASITAS DAYA KELUAR 1000 WATT DI PULO ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Naufal Febrian</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pulo Aceh, terletak di ujung barat Aceh, menghadapi kesulitan dalam pembangunan infrastruktur pembangkit listrik karena lokasinya yang terpencil. Akibatnya, penduduk setempat bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai sumber listrik utama. Namun, PLTD seringkali mengalami masalah dan menyebabkan pemadaman listrik yang cukup lama sehingga menganggu aktivitas masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, energi terbarukan, khususnya energi matahari, dapat menjadi solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 1.000 Watt di Pulo Aceh serta menganalisis daya keluarnya dan kelayakannya secara ekonomi. Berdasarkan hasil rancangan, untuk menghasilkan daya keluaran sebesar 1.000 Watt dengan memanfaatkan intensitas cahaya matahari sebesar 720 Watt/m², luas penampang panel surya yang dibutuhkan adalah 7,09 m² dengan efisiensi 20,6%. Panel surya dihubungkan dalam sistem rangkaian seri dan dipasang dengan sudut kemiringan 7° ke arah selatan. Hasil menunjukkan daya rata-rata tercapai sebesar 1.047,3 Watt dalam kondisi cuaca baik, dengan daya tertinggi mencapai 1.231,4 Watt. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa PLTS ini layak dijalankan, dengan Net Present Cost (NPC) sebesar Rp.41.353.000, Cost of Energy (COE) Rp.1.030,7/kWh, dan Break Even Point (BEP) tercapai dalam 12 tahun, menghasilkan keuntungan sebesar Rp.45.880.000.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128755</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 11:20:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 11:44:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>