Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH STUDI KASUS DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM SETELAH DITERAPKANNYA UU NO. 22 DAN 25 TAHUN 1999 TENTANG OTONOMI DAERAH
Pengarang
Bustami - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0011311860
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Akuntansi (S1) / PDDIKTI : 62201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi., 2006
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Abstrak Penerapan Undang-Undang No. 22 dan 5 Tahun 1999 diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan daerah Dengan penerapan UU tersebut daerah tidak hanya diberi kewenangan dalam mengurus rumah tangganya sendiri, akan tetapi letih pentng lagi daerah dapat menangami pengelolaan keuangan daerah dengan menggah potenspotensi penerimaan daerah sesuat dengan kebijakan pemerintah daerah sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah provinsi nanggroe aceh darussalam setelah diberlakukannya UU No. 22 dan 25 Tahun 1999, Data yang digunakan berasal dari laporan keuangan daerah selama 8 tahun dalam periode tahun 1995-2002 kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskniptif Tolok ukur kemampuan keuangan daerah dihihat dari derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian daerah, efektitivitas penerimaan daerah dan indeks kemampuan rutin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio PAD terhadap TPD sebelum UU No. diberlakukan 22 dan 25 tahun 1999 sebesar 18,37 persen Setelah diberlakukannya undang-undang tersebut rata-rata rasio menurun menjadi sebesar 9,97 persen. Selanjutnya rasio Sumbangan Daerah (SB) terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD) sebelum diberlakukan UU No. 22 dan 25 tahun 1999 sebesar 57,35 persen. Setelah diberlakukan undang-udang tersebut meningkat menjadi sebesar 65,88 persen. Rata-rata rasio kemandirian daerah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dalam periode tahun 1995 sampai dengan tahun 1998 sebesar 32,76 persen. Selanjutnya dalam periode tahun I999 sampai dengan tahun 2002 rata-rata rasio tersebut menurun menjadi sebesar 17,46 persen. Rata-rata indeks kemampuan rutin (IKR) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam selama periode tahun 1995 sampai dengan tahun 1998 sebesar 30,89 persen. Setelah diberlakukannya undang-undang nomor 22 dan 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah, rasio tersebut menurun menjadi sebesar 16,69 persen Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dengan diberlakukannya undang-undang nomor 22 dan 25 tahun 1999 tentang otonomi daerah, penerimaan daerah mengalami peningkatan. Namun sebagian besar penerimaan berasal dani pemerintah pusat Sedangkan penerimaan daerah yang berasal dari pendapatan asli daerah relatif kecil, sehingga ketergantungan daerah terhadap pemerintah pusat semakin besar
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS TINGKAT KEMANDIRIAN, EFEKTIVITAS, EFISIENSI, DAN KEMAMPUAN PEMBIAYAAN KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI ACEH SETELAH DITERAPKANNYA REVISI UU TENTANG OTONOMI DAERAH, UU NO. 32 DAN 33 TAHUN 2004 (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH PROVINSI ACEH TAHUN 2005-2009) (Dedy Fernanda, 2024)
ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KABUPATEN ACEH BESAR (Syahrul Bayani, 2024)
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH SEBELUM DAN SESUDAH DITERAPKANNYA OTONOMI DAERAH PADA KABUPATEN/KOTA DI PEMERINTAHAN ACEH (Ridha Mutia, 2020)
PENILAIAN KINERJA KEUANGAN DAERAH (STUDI KASUS PADA KANTOR GUBERNUR PROVINSI NAD) (Sirna Rita, 2024)
KINERJA KEUANGAN DAERAH SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH : STUDI KASUS PADA DAERAH KOTA BANDA ACEH (Rini Maya Susanti, 2024)