<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128670">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA PERENDAMAN H2SO4 DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahma Ayunda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agroteknologi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu kendala dalam perbanyakan bibit kopi adalah benih yang mengalami dormansi. Adapun penyebab dari dormansi benih kopi karena mempunyai lapisan kulit tanduk yang keras akibatnya air dan udara tidak bisa masuk sehingga memerlukan waktu yang lama untuk berkecambah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mematahkan dormansi benih adalah dengan metode skarifikasi, salah satunya yakni skarifikasi kimia menggunakan asam sulfat yaitu H2SO4. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan benih adalah perendaman dengan air kelapa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman H2SO4 dan air kelapa muda terhadap viabilitas dan vigor benih kopi robusta. &#13;
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini dimulai dari Januari sampai April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu perlakuan H2SO4 dengan kadar 10 % terdiri dari 3 taraf lamanya waktu perendaman yaitu 5, 10, dan 15 menit. Faktor kedua yaitu perlakuan air kelapa muda yang terdiri dari 3 taraf lama waktu perendaman yaitu 3, 5, dan 7 hari. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan, tiap satuan percobaan terdiri dari 25 benih kopi robusta. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, berat basah kecambah normal dan berat kering kecambah normal. &#13;
Media yang digunakan adalah tanah yang kemudian dimasukkan kedalam bak perkecambahan ukuran 30 cm x 22 cm. Benih kopi yang digunakan adalah jenis kopi robusta yang dikupas kulit luar, dibersihkan dan dikeringkan. Pembuatan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 10 % yakni sebanyak 102 ml H2SO4 kemudian ditambahkan 898 ml larutan akuades hingga mencapai 1000 ml larutan (1 liter). Air kelapa muda disiapkan dengan kulit buah berwarna hijau muda konsentrasi 100%. Pertama benih direndam kedalam larutan H2SO4 sebanyak1 liter dengan taraf lamanya waktu perendaman yakni 5, 10, dan 15 menit, selanjutnya benih kopi yang telah direndam dalam larutan H2SO4 dibilas dengan air bersih, kemudian direndam kembali dalam air kelapa muda  dengan taraf waktu perendaman yakni selama 3, 5, dan 7 hari. Kemudian disemai di bak perkecambahan, satu bak perkecambahan berisi 25 benih kopi.&#13;
Lama perendaman H2SO4 berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Nilai yang cenderung lebih tinggi berdasarkan parameter daya berkecambah dijumpai pada taraf lama perendaman H2SO4 selama 15 menit. Lama perendaman air kelapa muda berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, berat basah kecambah normal. Berpengaruh nyata terhadap kecepatan tumbuh dan panjang akar, namun berpengaruh tidak nyata terhadap berat kering kecambah normal. Nilai yang lebih tinggi berdasarkan parameter daya berkecambah dijumpai pada taraf lama perendaman  air kelapa selama 5 hari. Terdapat interaksi tidak nyata antara lama perendaman H2SO4 dan air kelapa muda pada semua parameter yang diamati.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128670</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 16:14:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 09:48:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>