ANALISIS TERMAL PADA STERILIZER VERTICAL PABRIK KELAPA SAWIT DI BUKIT MAKMUR MILL PT BUMITAMA GUNJAYA AGRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS TERMAL PADA STERILIZER VERTICAL PABRIK KELAPA SAWIT DI BUKIT MAKMUR MILL PT BUMITAMA GUNJAYA AGRO


Pengarang

MUHAMMAD ASKARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ahmad Syuhada - 196108201987031002 - Dosen Pembimbing I
Sarwo Edhy S - 198106262006041005 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Mesin., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kelapa sawit yang berasal dari Nigeria, Afrika Barat, diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1848 dan saat ini memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi 13,62% terhadap PDB dan mempekerjakan 14,7 juta orang pada tahun 2021. Tahap krusial dalam pengolahan minyak kelapa sawit berlangsung di sterilizer. Di dalamnya, buah kelapa sawit mengalami perebusan dengan menggunakan uap pada suhu, tekanan, dan durasi tertentu. Penelitian ini berfokus pada analisis termal sterilizer vertikal menggunakan metode analisis berdasarkan prinsip termodinamika dan perpindahan panas. Tujuannya adalah untuk menganalisis pengaruh waktu terhadap energi masuk, energi keluar, jumlah panas yang diserap oleh TBS, nilai kehilangan panas (Qloss), kesetimbangan energi, dan efisiensi termal pada sterilizer tipe 28 ton/rebusan dengan sistem perebusan tiga puncak agar mutu CPO memenuhi standar SNI 01-2901-2006. Hasil analisis mendapakan nilai transient conduction pada buah kelapa sawit dengan puncak energi I: 1531,11 MJ, II: 3809,85 MJ, III: 6086,73 MJ; nilai Eout pada puncak I: 316,59 MJ, II: 808,05 MJ, III: 1304,1 MJ; temperatur akhir buah sawit pada puncak I: 384,1 K, II: 400,4 K, III: 406,3 K; dan efisiensi sterilizer pada puncak I: 82,8 %, II: 82,5 %, III: 82,3 %.

Palm oil originating from Nigeria, West Africa, was introduced to Indonesia in 1848 and currently plays an important role in the Indonesian economy, contributing 13.62% to GDP and employing 14.7 million people in 2021. The crucial stage in palm oil processing takes place in the sterilizer. In it, palm oil fruit is boiled using steam at a certain temperature, pressure and duration. This research focuses on thermal analysis of vertical sterilizers using analytical methods based on thermodynamics and heat transfer principles. The aim is to analyze the effect of time on incoming energy, outgoing energy, the amount of heat absorbed by FFB, the value of heat loss (Qloss), energy balance, and thermal efficiency in a 28 ton/boiling type sterilizer with a three-peak boiling system so that the CPO quality meets standards. SNI 01-2901-2006. The results of the analysis showed transient conduction values in oil palm fruit with peak energy I: 1531,11 MJ, II: 3809,85 MJ, III: 6086,73 MJ; Eout value at peak I: 316.59 MJ, II: 808.05 MJ, III: 1304.1 MJ; final temperature of palm fruit at peak I: 384.1 K, II: 400.4 K, III: 406.3 K; and sterilizer efficiency at peak I: 82.8%, II: 82.5%, III: 82.3%.

Citation



    SERVICES DESK