PEMANFAATAN TRICHODERMA HARZIANUM UNTUK MENGENDALIKAN SCLEROTIUM ROLFSII DENGAN PEMUPUKAN KALIUM DAN BAHAN ORGANIK PADA TANAMAN KEDELAI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN TRICHODERMA HARZIANUM UNTUK MENGENDALIKAN SCLEROTIUM ROLFSII DENGAN PEMUPUKAN KALIUM DAN BAHAN ORGANIK PADA TANAMAN KEDELAI


Pengarang

Ahmad Zaini - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9851311305

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Ahmad Zaini, 9851311305, Pemanfaatan Trichoderma harziamum untuk Mengendalikan Sclerotium rolfsii dengan Pemupukan Kaliun dan Bahan Organik pada Tanaman Kedelai. Dibawah bimbingan Ir. M. Abduh Ulim, MP sebagai ketua dan Ir. Susanna, M.Si sebagai anggota Kajian tentang pemanfaatan T. harzanum sebagai agen pengendali hayati penyakit S. rolfstt pada tanaman kedelai dengan pemupukan kalium dan bahan organik, telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, dari bulan Agustus sampai September 2004. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahut kemampuan T. harzianum dalam mengendalikan S. rolfsii pada tanaman kedelai yang diberi pupuk kalium dan bahan organik Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bahan orgamk yang terdiri atas dua taraf, yaitu tanpa bahan organik (B0) dan bahan organik dengan dosis 75,0 g/Polibag (BI). Faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (dalam bentuk KCI) terdiri atas lima taraf yaitu 0,0 g/Polibag (K0); 0,30 g/Polibag (K1); 0,60/Polibag (K2); 0,90 gPolibag (K3); 1,2 g/Polibag (K4). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali dan untuk setiap unit percobaan terdiri atas empat polibag Dengan demikian jumlah polibag seluruhnya 2x 5 x 3 x 4= 120 polibag atau tanaman. Peubah yang diamati adalah masa inkubasi, post emergence damping off, persentase tanaman layu, panjang lesio pada pangkal batang, dan tinggi tanaman pada 14, 21 dan 28 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi bahan organik secara tunggal berpengaruh terhadap persentase post emergence damping off, panjang lesio pangkal batang, tinggi tanaman pada 14, 21, dan 28 HST. Pemberian bahan organik mampu menurunkan persentase post emergence damping off (9,77 persen), pendeknya gejala lesio yang terjadi pada pangkal batang (2,31 cm), serta dapat meningkatkan tinggi tanaman Pemberian kalium menunjukkan pengaruhnya terhadap persentase post emergence damping off, persentase tanaman layu, panj ang lesio pangkal batang, tinggi tanaman pada 14, 21, dan 28 HST. Aplikasi kalium sebanyak 1,2 g/Polibag mampu menurunkan persentase post emergence damping off (8,96 persen), menurunkan persentase tanaman layu ( 16,67 persen) dan pendeknya gejala lesio yang terjadi pada pangka l batang (1,41 cm), serta dapat meningkatkan tinggi tanaman pada 14, 21, dan 28 HST. Terdapat interaksi antara bahan organik dan kalium terhadap masa inkubasi. Interaksi terbaik adalah pada pemberian bahan organik yang diikuti pemupukan kalium sebonyak I,2 gPolibag

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK