<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128630">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA MACHINABILITY PADA PROSES FRAIS TOOL STEEL SKD-11 MENGGUNAKAN NANOFLUID GRAPHITE MINYAK NABATI NON-EDIBLE SEBAGAI ADITIF PADA MQL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulhelmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Teknik pelumasan banjir konvensional menimbulkan dampak signifikan terhadap lingkungan, kesehatan, dan ekonomi. Oleh karena itu, penggunaan teknik pelumasan canggih seperti pelumasan kuantitas minimum (MQL) telah menjadi pilihan yang semakin populer secara global sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan efektif dibandingkan pelumasan banjir. Untuk meningkatkan efisiensi MQL, nanopartikel telah ditambahkan ke dalam cairan dasar, memanfaatkan sifat termo-fisiknya untuk meningkatkan kinerja pelumasan. Artikel ini menyajikan studi kelayakan minyak nabati non edible sebagai kandidat minyak dasar yang dicampur dengan nanopartikel grafit dalam pengerjaan Frais Tool Steel SKD-11 dengan Minimum Quality Lubrication (MQL). Minyak jarak kepyar, minyak Bunga matahari dan Minyak biji kapas dibandingkan dengan kondisi kering. Kinerja pemesinan dalam hal gaya potong, kekasaran permukaan, keausan mata pahat, temperatur dan chip morfologi, dinilai berdasarkan lingkungan pemotongan, yaitu kondisi Dry, MQL (CO, SF, GH), NFMQL (CO 0.5%, SF 0.5%, GH 0.5%) dan (CO 1%, SF 1%, GH 1%). Hasilnya menunjukkan bahwa minyak biji kapas, dalam kondisi murni dan nano fluida, hadir sebagai biopelumas nonediblel yang unggul untuk proses frais milling. Peningkatan kinerja minyak biji kapas disebabkan oleh, stabilitas oksidatif termal yang sangat baik, dan indeks viskositas yang tinggi.&#13;
&#13;
Kata kunci:  Gaya potong, Minimum quantity lubrication (MQL), Minyak nabati non edible, kekasaran permukaan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128630</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 12:40:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-27 09:12:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>