<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128627">
 <titleInfo>
  <title>KESESUAIAN  LAHAN DAN ARAHAN KONSERVASI PADA TANAMAN KARET DI KECAMATAN SAMPOINIET  KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Andri Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
 ANDRI MAULANA. Kesesuaian Lahan dan Arahan Konservasi Pada T anaman Karet di Kecamatan Sampoiniet Kabupaten Aceh Jaya dibawah bimbingan Bapak Sugianto sebagai ketua dan Bapak Muhammad Rusdi sebagai anggota. &#13;
 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan dan melakukan pengamatan konservasi pada tanaman karet di Kecamatan Sampoiniet  Kabupaten Aceh Jaya dan di laksanakan mulai November 2008 sampai Juni 2009. &#13;
 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik survai yang di lakukan berdasarkan pengamatan lapangan, pengambilan sampel tanah mengacu pada SPL (satuan peta lahan) yang memiliki kriteria kelerengan, jenis tanah dan penggunaan  lahan. &#13;
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 SPL. Pada kesesuaian lahan  saat ini (aktual) adalah sesuai marginal dengan faktor pembatas sangat minimnya  ketersediaan unsur hara P di semua SPL. Selain kekurangan unsur hara P, pada SPL 3, 4 dan 8 ada faktor pembatas media perakaran (kedalaman tanah) dengan luas 5.833 ha (29%), dan pada SPL 7 ada faktor pembatas kelerengan dengan luas 477 ha (2,4%). Kelas kesesuaian lahan aktual tersebut dapat di tingkatkan kelasnya setingkat lebih tinggi seperti sesuai marginal (S3) menjadi cukup sesuai (S2), dengan cara pemberian input (masukan/perbaikan) teknologi seperti pemupukan, pengapuran, pengolahan tanah dan pembuatan teras sehingga faktor pembatas yang ada dapat diminimalkan. Pada SPL 1 kelas S3, hanya bisa dilingkatkan menjadi kelas S2, dengan luas SPL 1.419 (7,1 %), karena pada SPL ini ada faktor pembatas tekstur, curah hujan dan suhu yang tidak dapat di perbaiki. SPL 2, 5 dan 6 kelas S3, ditingkatkan menjadi kelas S2, dengan luas 12.345 ha (61,5 %). Pada SPL 3, 4 dan 8 kelas S3, dan tidak dapat ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian lahan potensial cukup sesuai (S2), karena kedalaman tanahnya tidak dapat di perbaiki, namun hanya bisa diperbaiki faktor pembatas ketersediaan hara dengan input tinggi untuk menjaga kualitas tanahnya, sehingga pada ketiga SPL ini dengan luas 5.833 ha (29 %) tetap pada kelas sesuai marginal S3, Pada SPL 7 kelas aktual  S3,, hanya bisa diperbaiki faktor pembatas ketersediaan hara sehingga kelas  kesesuaian lahan potensial S3, dengan luas 477 ha (2,4 %)  Tindakan konservasi yang di arahkan dengan menggunakan metode  vegetatif dan metode mekanik. Pada SPL 1, 2, 5 dan 6 diarahkan dengan  melakukan tindakan konservasi vegetatif yang ramah lingkungan sehingga tidak mengeluarkan banyak tenaga atau biaya, seperti penggunaan pupuk kandang / pupuk kompos, penanaman tanaman penutup tanah, dan pembuatan terassetelah  diberi masukan atau perbaikan. Sedangkan pada SPL 3, 4,7 dan 8 selain dengan  metode vegetatif, juga di arahkan dengan metode mekanik (fisik) untuk memperbaiki / mencegah tanah dari butir-butir air hujan yang jatuh langsung ketanah dan mengurangi lajunya aliran permukan agar daya kikis terhadap tanah yang dilaluinya dapat diperkecil, seperti pengolahan tanah agar sistem drainase tanah lancar, pembuatan teras sejajar kontur (hanya disekitar tanaman karet, terlihat seperti jalan setapak) untuk mempermudah petani karet mengambil dan menjual hasil produksinya, &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOIL CONSERVATION - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>RUBBER PLANT</topic>
 </subject>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128627</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 12:22:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 12:22:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>