<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128622">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN DAMPAK DEFORESTASI DAN DEGRADASI LAHAN TERHADAP DEBIT PUNCAK DAN TINGKAT BAHAYA EROSI PADA SUB DAS KRUENGJREUE DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfadhli</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2009</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Zulfadhli. 0305106010075. &#13;
Kajan Dampak Deforestasi Dan Degradasi Lahan  Terhadap  Debit Puncak Dan Tingkat Baharya Erosi Pauda Sub Das Krueng Jreue Dengan  Informasi  Menggunakan Sistem  Geografis (SIG), Dilbawah Bimbingan Dr. Ir. Syahrul,  M.Se  sebagai Pembimbing Utama dan T. Ferijal, S.TP, MSc sebagai Pembimbing  Anggota. &#13;
 RINGKASAN &#13;
 Pengurangan luas hutan (deforestasi) berdampak pada tidak seimbangnya  keadaan lingkungan, dimana persoalan ini menjadi faktor utama terjadinya banjir dan longsor. Tingkat deforestasi dan degradasi butan Aceb telab mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Hampir 60% praktik deforestasi tersebut terjadi di kawasan konservasi dan hutan lindung. Deforestasi juga terjadi di luar kawasan  hutan melalui praktik konversi untuk kepentingan pembangunan di luar sektor kehutanan, seperti perkebunan dan kegiatan budidaya lainnya Deforestasi di luar  kawasan hutan ini menyumbang sebesar 45% dari total deforestasi di Aceh. Deforestasi tersebut menyebabkan degradasi hutan Aceh semakin parah yang di  antaranya tersebar pada 75% kawasan konservasi dan hutan lindung. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui dampak deforcstasi dan degradasi lahan yang terjadi  pada Sub DAS Krueng Jreue dengan menggunakan pendekatan Sistem lnformasi Geografis (SIG). Tahapan penelitian ini dimulai dari pengumpulan data dan peta, pemasukan data kedalam sistem SIG. Tahap selanjutnya ialah pengolahan data­ data dan penyajian hasil. Pengolahan data tersebut termasuk analisis tingkat bahaya erosi dengan menggunakan metode USLE melalui pendekatan SIG dan analisa debit puncak menggunakan metode rational dengan curab hujan periode ulang yang memakai metode Haspers. Analisa-analisa tersebut dilakukan pada  kondisi tata guna lahan eksisting dan simulasi  Dari analisis peta penggunaan lahan Sub DAS Krueng Jreu tahun 1995  dan 2005 dengan menggunakan SIG telah terjadi perubahan tutupan lahan atau deforestasi pada Sub DAS Krueng Jreu dari luasan Hutan pada tahun 1995 seluas  11825 Ha menjadi 10794 Ha pada tabun 2005. Dan juga telah terjadi devegetasi pada lahan-lahan yang sebelumnya pada tahun 1995 merupakan semak belukar telah berubah menjadi lahan-lahan terbuka pada tabun 2005 &#13;
 Berdasarkan hasil perhitungan pada kurun waktu 1995 - 2005, deforestasi  telah berdampak meningkatkan nilai koefisien limpasan, meningkatkan nilai debit  puncak untuk periode ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun, serta secara tidak langsung meningkatkan potensi terjadinya degradasi lahan yang diakibatkan oleb  tingginya tingkat bahaya erosi yang dihasilkan.  Melalui simulasi lahan dapat dilibat dengan jelas dampak dari perubaban penggunaan lahan/deforestasi dimana untuk simulasi lahan I (penggunaan lahan  guna paling ideal bila dilihat dari nilai yang dihasilkan melalui perhitungan koefisien limpasan, debit puncak, debit harian  50% hutan dan 50% Pertanian Campuran) merupakan pola  tata  dan  degradasi lahan yang disebabkan oleh erosi jika  dibandingkan dengan simulasi lahan II (penggunaan lahan 30% hutan dan 70% pertanian campuran)  simulasi lahan III (penggunaan lahan 50% semak belukar  dan  dan  50% pertanian campuran). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128622</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 11:53:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 11:53:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>