<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128617">
 <titleInfo>
  <title>DETEKSI SALMONELLA SPP. PADA HATI SAPI YANG TERINFESTASI FASCIOLA GIGANTICA MENGGUNAKAN METODE POLYMERASE CHAIN REACTION</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IMAMUL HAKIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fasciolosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Fasciola sp. yang merupakan golongan trematoda, bersifat zoonosis, dan dapat berpredileksi pada saluran empedu hati. Cacing ini dilaporkan dapat menyebabkan nekrosis pada organ hati dan menjadi faktor predisposisi penyakit lainnya yang menyebabkan infeksi sekunder oleh bakteri. Berdasarkan penelitian sebelumnya menggunakan analisis metagenomik, diketahui terdapat 143 bakteri pada hati sapi aceh yang terinfestasi F. gigantica salah satunya yaitu Salmonella spp.. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi bakteri Salmonella spp. pada hati sapi aceh yang terinfestasi F. gigantica menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). Sampel yang digunakan adalah enam hati sapi aceh yang terinfestasi F. gigantica dan dua hati sapi aceh yang sehat sebagai kontrol negatif yang diperoleh dari tempat pemotongan hewan (TPH) di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, serta Salmonella typhimurium ATCC 14028 sebagai kontrol positif. Pada penelitian ini dilakukan serangkaian tahapan, termasuk pemeriksaan hati, ekstraksi Deoxyribonucleic Acid (DNA), amplifikasi gen Inv A, dan elektroforesis. Berdasarkan hasil penelitian ini semua sampel hati sapi aceh berhasil diekstraksi DNA, pada tahap amplifikasi sampel BA3 dan AB2 menunjukkan pita tunggal, tebal, jelas dan sesuai target yang menandakan primer gen Inv A berhasil teramplifikasi pada ukuran ~119 base pair (bp). Pada sampel BA1, BA2, AB1, AB3 tidak menunjukkan pita DNA yang sesuai target, hal ini menandakan primer gen Inv A tidak teramplifikasi. Kontrol negatif menunjukkan tidak terdapat pita DNA sesuai target dan kontrol positif menunjukkan pita DNA sesuai target. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Salmonella spp. terdeteksi pada hati sapi aceh yang terinfestasi F. gigantica menggunakan metode PCR pada sampel BA3 dan AB2 sedangkan pada empat sampel lainnya di penelitian ini tidak terdeteksi. Hal ini erat kaitannya dengan tingkat keparahan abses hati yang diakibatkan oleh infestasi F. gigantica pada masing-masing sampel.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128617</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 11:39:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 11:42:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>