OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI SPARE PART MENGGUNAKAN ALGORITMA NON-DELAY (STUDI KASUS: PT. DIRGANTARA INDONESIA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI SPARE PART MENGGUNAKAN ALGORITMA NON-DELAY (STUDI KASUS: PT. DIRGANTARA INDONESIA)


Pengarang

Ika Nur Asiyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sri Rahmawati - 199401092019032012 - Dosen Pembimbing I
Raihan Dara Lufika - 199412282020122004 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004106010019

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Industri., 2024

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PT. Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan yang memproduksi pesawat terbang, helikopter, hingga spare part pesawat. Perusahaan ini menerapkan pola aliran proses job shop. Permasalahan yang terjadi di perusahaan ini adalah keterlambatan dalam memenuhi permintaan pesanan pada spare part d-nose panel, exterior d-nose panel, dan ring inner yang diakibatkan oleh adanya keterbatasan sumber daya dan mesin yang digunakan pada proses produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jumlah waktu untuk memproses semua tugas sehingga penjadwalan produksi spare part lebih optimal. Usulan penjadwalan dilakukan dengan menggunakan algoritma non-delay dimana algoritma ini merupakan penjadwalan aktif yang tidak membiarkan mesin menganggur ketika operasi dimulai. Hasil yang diperoleh dari penjadwalan menggunakan aturan FCFS (First Come First Serve) menghasilkan makespan sebesar 14.052,48 menit, sedangkan penjadwalan usulan menggunakan algoritma non-delay menghasilkan makespan sebesar 13.322,52 menit. Algoritma penjadwalan non-delay menghasilkan penjadwalan yang lebih baik dibandingkan penjadwalan yang diterapkan perusahaan karena menurunkan makespan sebesar 729,96 menit atau sekitar 5,19%. Hal ini didukung dengan hasil nilai indeks efisiensi yang lebih besar dari 1 (EI > 1) yaitu sebesar 1,06 yang berarti penjadwalan usulan dengan algoritma non-delay memiliki nilai kinerja lebih baik dibandingkan penjadwalan dengan aturan FCFS.

PT. Dirgantara Indonesia is a company that manufactures aircraft, helicopters, and aircraft spare parts. The company implements a job shop process flow pattern. The problem in this company is delays in fulfilling orders for spare parts such as the d-nose panel, exterior d-nose panel, and inner ring, caused by limited resources and machines used in the production process. Based on this problem, this research aims to minimize the total processing time of all tasks so that the scheduling of spare parts production is more optimal. The proposed scheduling uses the non-delay algorithm, which is an active scheduling method that does not allow machines to be idle when operations start. The results obtained from scheduling using the FCFS (First Come First Serve) rule produce a makespan of 14.052,48 minutes, while the proposed scheduling using the non-delay algorithm produces a makespan of 13.322,52 minutes. The non-delay scheduling algorithm produces better scheduling than the one implemented by the company because it reduces makespan by 729,96 minutes or around 5.19%. This is supported by an efficiency index value greater than 1 (E > 1), which is 1.054, meaning that the proposed scheduling with the non-delay algorithm performs better than scheduling with the FCFS rule.

Citation



    SERVICES DESK