<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="128583">
 <titleInfo>
  <title>PERTUMBUHAN DAN HASIL RATUN SORGUM (SORGHUM BICOLOR L. MOENCH) PADA ULTISOL DENGAN AMANDEMEN TANAH, NPK, DAN PACLOBUTRAZOL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutiah Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian (S1)</publisher>
   <dateIssued>2024</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pertambahan jumlah penduduk di Indonesia menyebabkan kebutuhan pangan meningkat, sedangkan produksi bahan pangan menurun akibat penurunan luas lahan pertanian. Kondisi iklim yang tidak stabil juga menurunkan produksi pangan akibat gagal panen. Situasi ini memicu terjadinya krisis pangan, namun dapat diantisipasi dengan program diversifikasi pangan. Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) merupakan salah satu sumber pangan pengganti beras yang mampu hidup pada lahan marginal seperti Ultisol, serta dapat tumbuh kembali setelah panen (ratun). Peningkatan pertumbuhan dan hasil ratun sorgum dapat ditingkatkan dengan pemberian amandemen tanah, pupuk NPK, dan paclobutrazol (PBZ). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial split plit plot 3 x 2 x 2 dengan 3 kali ulangan. Amandemen tanah terdiri dari 3 taraf: tanpa amandemen tanah, kompos 10 t ha-1, dan biochar 10 t ha-1; dosis pupuk NPK dengan 2 taraf: 600 kg ha-1 dan 900 kg ha-1; dan konsentrasi PBZ dengan 2 taraf: 500 ppm dan 700 ppm. Pertumbuhan dan hasil ratun sorgum terbaik terdapat pada pemberian kompos 10 t ha1 dengan dosis NPK 600 kg ha-1 dan konsentrasi PBZ 500 ppm yang memberikan hasil 21,53 g tanaman-1.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>128583</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2024-08-25 23:37:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-08-26 10:23:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>